Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komdigi Dorong Penguatan Ekosistem Komunikasi Digital bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Fifi menerangkan dalam kesempatan itu pihaknya mendorong penguatan ekosistem komunikasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Komdigi Dorong Penguatan Ekosistem Komunikasi Digital bagi Seluruh Lapisan Masyarakat
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
KOMUNIKASI DIGITAL - Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya. Pemerintah mendorong penguatan ekosistem komunikasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Direktorat Jenderal Komunikasi dan Media (Ditjen KPM) Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) menggelar acara peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Musuem Penerangan (Muspen) Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya menerangkan dalam kesempatan itu pihaknya mendorong penguatan ekosistem komunikasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas sosial, saya sangat mengapresiasi kepedulian para pegawai Kemkomdigi dan museum-museum di TMII serta masyarakat yang turut mendonorkan darahnya pada kegiatan ini," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (29/9/2025).

Komidigi juga mengadakan forum Muspen Talk bertajuk "Kenal Isyarat" yang menghadirkan ruang temu antara teman tuli dan teman dengar. 

Hal ini menggambarkan upaya nyata Muspen dan Ditjen Komunikasi Publik dan Media dalam menyetarakan hak komunikasi bagi semua, sejalan dengan tema global "No Human Rights Without Sign Language Rights".

Pada kesempatan tersebut, forum Muspen Talk turut mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Museum Penerangan, Mashuri Nur, menjelaskan, acara ini digelar di Muspen sesuai fungsinya sebagai ruang edukasi publik dan mendorong akses komunikasi yang setara dan inklusif. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, bahasa isyarat adalah bahasa universal dan jembatan komunikasi yang memungkinkan semua orang, terutama komunitas tuli, dapat berkomunikasi dengan adil dan ramah.

“Hari ini bukan hanya soal belajar bahasa isyarat, tetapi juga langkah awal menjadi orang yang peduli, mau belajar, dan berdiri bersama komunitas tuli dalam membangun komunikasi yang setara dan inklusif,” kata Mashuri saat ditemui di Musium Penerangan.

Selain edukasi bahasa isyarat, rangkaian acara juga diisi aksi sosial berupa donor darah yang melibatkan pegawai Kemkomdigi, pengelola TMII, dan masyarakat umum dengan target 50 hingga 75 pendonor. 

Kegiatan sosial ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian kolektif Kemkomdigi untuk berbagi kehidupan, sekaligus mempererat rasa kebersamaan antar komunitas yang hadir. 

"Targetnya kita memang 50-100 orang tapi misalkan memang antusias yang lebih kita bisa melanjutkan," imbuh Mashuri.

Dengan dua kegiatan tersebut, Mashuri Nur berharap semangat kepedulian, kesetaraan, dan kebersamaan yang tumbuh di HUT ke-24 Kemkomdigi dapat terus menyebar luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas