Daftar 56 Dapur MBG Tutup Sementara, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang: Proses Evaluasi Menyeluruh
Sebanyak 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinonaktifkan sementara imbas kasus Keracunan Makanan dari Program MBG.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Endra Kurniawan
Penutupan dilakukan tanpa batas waktu hingga proses investigasi dan perbaikan fasilitas selesai.
Wakil Kepala BGN menegaskan, ada 45 dapur yang diduga tidak menjalankan SOP yang menjadi penyebab kasus siswa mengalami keracunan.
"Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan," kata Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya tidak akan main-main dengan kesehatan anak-anak.
“Dari 45 dapur itu, 40 dapur kami tutup untuk batas waktu yang tidak kami tentukan sampai semua penyelidikan baik investigasi ataupun perbaikan sarana dan fasilitas selesai dilakukan,” jelasnya.
Selain penutupan, BGN mengeluarkan surat resmi kepada seluruh mitra dapur MBG. Mereka diberi tenggat waktu satu bulan untuk melengkapi tiga sertifikasi penting, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta sertifikat penggunaan air layak konsumsi.
“Apabila dalam waktu 1 bulan itu ternyata mereka tidak memenuhi tiga hal ini maka kami akan menutup,” tegasnya.
Nanik pun menyesalkan kelalaian sejumlah dapur MBG bisa berdampak luas terhadap ribuan dapur lain.
Dari data BGN, ada 70 kasus insiden keamanan pangan MBG 2025.
Rinciannya, ada 5.914 orang penerima manfaat yang terdampak. Seperti di Kota Bandar Lampung sebanyak 503 orang, Kabupaten Lebong Bengkulu 467 orang, Kabupaten Bandung Barat 411 orang, Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah 339 orang, dan Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta 305 orang.
Instruksi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo juga telah memerintahkan evaluasi total terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu, menyusul maraknya keracunan siswa penerima manfaat di sejumlah wilayah di Indonesia.
Adapun langkah yang ditempuh, satu di antaranya menginstruksikan penutupan sementara dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan kinerjanya dinilai bermasalah.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, instruksi tersebut disampaikan Presiden setelah kembali ke Indonesia dan langsung memimpin rapat kabinet.
"SPPG yang bermasalah ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi dan investigasi," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Baca juga: Guru Pengelola MBG di Sekolah Dapat Insentif Rp100 Ribu per Hari, Mekanisme Penugasan Diatur Sekolah