Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soroti Persoalan Kualitas MBG, Ketum PBNU: Kesehatan Anak Bukan Statistik, Ini Nyawa

Yahya mengatakan NU mendukung program MBG karena memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. 

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Soroti Persoalan Kualitas MBG, Ketum PBNU: Kesehatan Anak Bukan Statistik, Ini Nyawa
Tangkapan Layar
PELAKSANAAN MBG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Yahya mengatakan NU mendukung program MBG karena memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berpesan kepada semua pihak agar menjaga kualitas makanan dan kesehatan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program MBG bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan, seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Pelaksana harus hati-hati betul. Kesehatan anak-anak ini bukan statistik. Orang-orang ini adalah nyawa, mereka adalah masa depan. Maka kesehatan dan keselamatan anak anak kita harus dijaga. Makanan harus sehat, halal dan toyyib," kata Gus Yahya dalam peresmian 42 SPPG NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Karangharjo Silo, Jember, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025).

Baca juga: 20 Murid SDN Gedong 01 Pasar Rebo Jaktim Keracunan MBG, Ini Kata Gubernur Pramono

Dirinya mengatakan NU mendukung program MBG karena memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. 

Menurutnya, MBG membangun ekosistem kemandirian ekonomi. 

"NU wajib membantu rakyat mendapatkan haknya. MBG ini adalah hak anak anak kita. Maka kita wajib sukseskan agar anak anak mendapat haknya," kata Gus Yahya 

Gus Yahya menegaskan bahwa Pemerintah siapapun pemerintahnya pasti punya program untuk kemaslahatan rakyat. 

Rekomendasi Untuk Anda

Warga NU adalah rakyat Indonesia yang akan mendapat program tersebut. 

"Maka NU harus membantu pemerintah dalam menjalankan program kemaslahatan tersebut," pungkasnya. 

Sebelum memberikan sambutan dalam acara tersebut, Gus Yahya terlebih dahulu menyerahkan secara simbolis paket MBG kepada 50 ribu santri berasal dari 17 SPPG NU yang sudah beroperasi. 

Pada kesempatan sama Ketua Umum juga meresmikan 42 SPPG NU diantaranya SPPG Pondok Pesantren Tebuireng, Pesantren Tambakberas Jombang, Darul Ulum Jombang dan Zainul Hasan Genggong. 

Diresmikan juga beberapa SPPG berbasis pesantren dari NTB, Sumsel dan Kalimantan.

Sementara itu KH Fahmy Akbat Idries Ketua Interim Tim Konsultasi dan Akselerasi Program MBG PBNU menyatakan bahwa sampai saat ini sudah tercatat 531 yayasan dalam naungan NU yang mendaftar sebagai mitra BGN.

Temuan Ombudsman

Ombudsman RI mengeluarkan hasil temuan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yakni MBG)

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas