Presidium PNI Dukung Program Prioritas Asta Cita Prabowo-Gibran Bidang Kesehatan dan Program MBG
PNI bersama Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyelenggarakan Dialog Interaktif bertemakan 'MBG Bermanfaat untuk Siapa?'
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Wahyu Aji
"Tentunya implementasinya yang perlu kita jaga. Sebagai struktur baru Badan Gizi Nasional (BGN) tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran organisasi Formas ini bisa terlibat memberikan kontribusi nyata dalam pengawasan MBG," kata Jan Maringka.
Menurutnya, struktur BGN hanya ada di pemerintah pusat, sementara SPPG tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Tentunya BGN perlu melibatkan ormas seperti Formas yang memiliki jaringan di bawah untuk bisa mengawasi program. Sebab BGN tidak bisa bekerja sendirian.
"Kita juga bisa melihat sudah banyak dampak implementasinya. Baik problematika anggarannya, problematika kesehatan dan lainnya," ujar Jan Maringka.
Kedepan katanya, jangan lagi makanan-makanan yang jadi beracun dan ini yang kita perlu minimalisir. Yang artinya cita-cita baik ini kita kawal bersama.
"Agar kita bersama-sama pemerintah mewujudkan program-program pembangunan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Bersama Formas kita wujudkan Indonesia Emas," pungkas Mantan Jamintel Kejagung RI 2017-2020.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Yohanes Handojo Budhisedjati, menyampaikan dukungan atas pelaksanaan Program MBG. Ia menilai, keterlibatan ahli gizi dan penggunaan teknologi perlu terus diperkuat untuk mencegah potensi kesalahan internal maupun eksternal.
“Keracunan bisa dari internal, tapi juga jangan lupa faktor eksternal dan tangan-tangan jahil, itu perlu dikaji lebih teliti,” kata Yohanes.
Ia berharap, BGN dapat menonjolkan peran para pakar gizi agar masyarakat memahami kualitas dan kredibilitas program yang dijalankan.
Baca juga: Ompreng Murahan di Dapur MBG Bisa Picu Keracunan, BGN Diminta Tertibkan
Yohanes menambahkan, Formas siap mendukung pemerintah melalui evaluasi dan kajian strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi memastikan keberlanjutan program makan bergizi di Indonesia.