Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presidium PNI Dukung Program Prioritas Asta Cita Prabowo-Gibran Bidang Kesehatan dan Program MBG

PNI bersama Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) menyelenggarakan Dialog Interaktif bertemakan 'MBG Bermanfaat untuk Siapa?'

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Presidium PNI Dukung Program Prioritas Asta Cita Prabowo-Gibran Bidang Kesehatan dan Program MBG
Istimewa
Forum Masyarakat untuk Indonesia Emas (Formas) menggelar Dialog Interaktif tentang MBG Bermanfaat untuk Siapa? Acara dilaksanakan di Restoran Ramampa Jl. Mahakam II No 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025). 

"Tentunya implementasinya yang perlu kita jaga. Sebagai struktur baru Badan Gizi Nasional (BGN) tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran organisasi Formas ini bisa terlibat memberikan kontribusi nyata dalam pengawasan MBG," kata Jan Maringka.

Menurutnya, struktur BGN hanya ada di pemerintah pusat, sementara SPPG tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Tentunya BGN perlu melibatkan ormas seperti Formas yang memiliki jaringan di bawah untuk bisa mengawasi program. Sebab BGN tidak bisa bekerja sendirian.

"Kita juga bisa melihat sudah banyak dampak implementasinya. Baik problematika anggarannya, problematika kesehatan dan lainnya," ujar Jan Maringka.

Kedepan katanya, jangan lagi makanan-makanan yang jadi beracun dan ini yang kita perlu minimalisir. Yang artinya cita-cita baik ini kita kawal bersama.

"Agar kita bersama-sama pemerintah mewujudkan program-program pembangunan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Bersama Formas kita wujudkan Indonesia Emas," pungkas Mantan Jamintel Kejagung RI 2017-2020.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Yohanes Handojo Budhisedjati, menyampaikan dukungan atas pelaksanaan Program MBG. Ia menilai, keterlibatan ahli gizi dan penggunaan teknologi perlu terus diperkuat untuk mencegah potensi kesalahan internal maupun eksternal.

Rekomendasi Untuk Anda

“Keracunan bisa dari internal, tapi juga jangan lupa faktor eksternal dan tangan-tangan jahil, itu perlu dikaji lebih teliti,” kata Yohanes.

Ia berharap, BGN dapat menonjolkan peran para pakar gizi agar masyarakat memahami kualitas dan kredibilitas program yang dijalankan.

Baca juga: Ompreng Murahan di Dapur MBG Bisa Picu Keracunan, BGN Diminta Tertibkan

Yohanes menambahkan, Formas siap mendukung pemerintah melalui evaluasi dan kajian strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga demi memastikan keberlanjutan program makan bergizi di Indonesia. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas