Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri HAM Natalius Pigai: Saya Pintar, Tapi Pintarnya Saya Sembunyikan

Kelakar Pigai di Jimly Award ungkap masa lalu: ditolak 33 LSM, kini jadi Menteri HAM. Pintarnya disembunyikan, katanya!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menteri HAM Natalius Pigai: Saya Pintar, Tapi Pintarnya Saya Sembunyikan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Menteri HAM RI Natalius Pigai saat ditemui awak media di Graha Pengayoman, Kementerian HAM RI, Jakarta, Selasa (31/12/2024). 
Ringkasan Berita:
  • Menteri HAM Pigai kelakar soal kepintaran yang disembunyikan saat pidato di Jimly Award 2025.
  • Ia mengaku pernah ditolak 33 LSM dan TNI saat seleksi Komnas HAM.
  • Jimly puji perjuangan akar rumput, sejalan dengan latar Pigai sebagai korban konflik HAM.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai melontarkan kelakar reflektif saat menerima penghargaan dalam acara Jimly Award di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (15/10/2025). Dalam pidatonya, ia menyebut dirinya pintar, namun kepintarannya itu sengaja ia sembunyikan.

“Ya saya memang pintar, tapi pintarnya saya saya sembunyiin. Agar dia apa, orang yang sembunyikan kepintaran, kecerdasannya sekarang jadi menteri di republik ini,” kata Pigai di hadapan tamu undangan.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengenang masa ketika dirinya mengikuti seleksi Komisioner Komnas HAM 13 tahun lalu. Saat itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menjadi ketua tim seleksi.

“Saya ingat 13 tahun yang lalu Prof Jimly nanya waktu beliau ketua tim seleksi komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai kau ini siapa. Ini 33 NGO nasional semua tolak, termasuk yang tadi-tadi itu (hadir di acara ini) menolak saya,” ujarnya.

Pigai juga menyebut, penolakan datang dari berbagai pihak, termasuk surat dari Mabes TNI dan Pangdam Papua. Ia mengaku berasal dari keluarga korban pelanggaran HAM, sementara pihak-pihak yang menolak adalah bagian dari konflik yang ia alami.

“Saya bilang Prof (Jimly), saya berasal dari keluarga korban, NGO civil society adalah pembelah, TNI yang menolak saya adalah pelaku. Pelaku dan pembelah bersatu menyerang yang korban. Prof Jimly bilang kau ini pintar juga ya,” tutur Pigai.

Baca juga: Kholid, Nelayan yang Bongkar Pagar Laut Tangerang Diganjar Penghargaan Pejuang Konstitusi

Jimly Asshiddiqie dalam sambutannya menekankan bahwa Jimly Award diberikan kepada tokoh-tokoh yang berjuang dari akar rumput, bukan dari kalangan elite.

Rekomendasi Untuk Anda

“Selama sepuluh tahun saya melihat, mayoritas yang diberi penghargaan ini adalah pejabat dan lembaga-lembaga resmi. Sekarang saatnya kita beri ruang bagi mereka yang bekerja di akar rumput,” ujar Jimly.

Pernyataan ini memperkuat konteks reflektif pidato Pigai, yang mengungkap masa lalu penuh penolakan sebelum akhirnya dipercaya sebagai Menteri HAM.

Acara Jimly Award 2025 digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi dalam penguatan demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia. Pigai hadir sebagai salah satu penerima penghargaan atas kiprahnya di bidang HAM.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas