Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reformasi Polri Butuh 2 Arah antara Kesungguhan Polisi dan Kejujuran Masyarakat

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang berisi 52 perwira polisi.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Reformasi Polri Butuh 2 Arah antara Kesungguhan Polisi dan Kejujuran Masyarakat
Tribun Jabar/Teuku Muhammad Guci Syaifudin
KRITIK TIM REFORMASI POLRI Apel anggota kepolisian di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (15/9/2016). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang berisikan 52 perwira polisi, mulai dari pelindung sampai anggota. TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S 

"Kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan selalu menjadi kerja panjang dan tidak bisa dibangun hanya dengan prestasi teknis."

Baca juga: Komite Reformasi Polri di Bawah Presiden, Mensesneg: Minggu Depan Diumumkan

"Ia menuntut kedewasaan masyarakat dalam menilai, kejujuran media dalam memberitakan, dan keberanian moral Polri untuk terus memperbaiki diri tanpa kehilangan arah," ujar Haidar Alwi.

Menurutnya, Polri sudah berada di jalur yang benar. Memperkuat pelayanan publik, menegakkan hukum secara profesional, dan membuka ruang kritik dengan kepala tegak.

Yang kini dibutuhkan adalah keberanian masyarakat untuk melihat fakta dengan jernih, bukan dengan prasangka.

Baca juga: Istana Sebut Komite Reformasi Polri akan Diumumkan pada Hari Khusus

Kinerja Polri yang membaik adalah capaian yang dapat diukur, sementara kepercayaan publik adalah refleksi subjektif yang harus dijaga bersama.

Jika masyarakat terus menilai citra yang diciptakan oleh distorsi informasi, maka institusi ini akan terus dihukum bukan karena kesalahannya, tetapi karena ketidakmampuan masyarakat membedakan antara persepsi dan kenyataan.

"Polri sudah berbuat, sudah berbenah, dan sudah membuktikan. Kini giliran masyarakat untuk beralih dari keraguan menuju pengakuan. Sebab kepercayaan tidak akan tumbuh bila hanya satu pihak yang bekerja keras membangunnya," pungkas Haidar Alwi.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas