Golkar Beri 5 Catatan pada Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Respons hingga Gaya Kepemimpinan
Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya atau Golkar, Idrus Marham, memberikan lima catatan atas satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:Wakil Ketua Umum Partai Idrus Marham, memberikan lima catatan atas satu tahun Pemerintahan Prabowo Subianto.Idrus menyampaikan hal ini dalam acara peluncuran 3 bukunya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10/2025).Ia menyoroti respons cepat Prabowo terhadap persoalan publik, termasuk dalam hal penanganan isu ekonomi dan sosial.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya atau Golkar, Idrus Marham, memberikan lima catatan atas satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan dalam acara peluncuran 3 bukunya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Pertama, Idrus menyatakan adanya pendekatan ideologis berdasarkan empat pilar utama. Empat pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, Presiden Prabowo mampu menyadarkan seluruh rakyat akan bangsa yang seharusnya dirawat dengan baik.
"Pidato pertama yang disampaikan oleh Pak Prabowo segera setelah terpilih sebagai presiden ketika itu, langsung memberikan suatu penyadaran kepada kita mengingatkan bahwa Indonesia ini ibarat rumah besar rumah kita bersama yang harus kita rawat," kata Idrus.
Catatan kedua, kata Idrus, adalah penggunaan pendekatan akademik dan intelektual oleh Presiden Prabowo dalam merumuskan solusi atas persoalan masyarakat.
Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah didasarkan pada data dan fakta lapangan yang aktual.
"Ada keadilan yang kita kedepankan ada kesetaraan. Yang paling penting lagi yang ketiga cirinya adalah apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo adalah fakta yang dikedepankan pendekatan sosiologis. Jadi kebijakan diambil berdasarkan pada fakta," ujar Idrus.
Catatan keempat menyoroti respons cepat Prabowo terhadap persoalan publik, termasuk dalam hal penanganan isu ekonomi dan sosial.
"Nah kemudian yang keempat adalah bahwa kebijakan yang diambil itu, itu eksekusinya itu adalah cepat dan tepat dibicarakan langsung dieksekusi," ungkap Idrus.
Sementara catatan kelima berkaitan dengan gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilai berorientasi pada rakyat.
"Yang kelima adalah orientasinya kerakyatan. Nah inilah kepimpinan Pak Prabowo orientasi kerakyatan itu ada tiga hal, bagaimana menyelesaikan masalah rakyat, bagaimana memenuhi kebutuhan rakyat dan bagaimana memberikan harapan masa depan yang lebih baik kepada rakyat," imbuh Idrus.
Eks Ketua MK: Belum Banyak yang Positif
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2003–2008, Jimly Asshiddiqie menyebut belum banyak hal positif selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terkhususnya di dalam negeri.
Baca tanpa iklan