Peduli Korban Gempa, Polres Tanggamus Gelar Pengobatan Gratis di Semaka
Polres Tanggamus bergerak cepat membantu warga terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,5.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Anggota Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Hal ini terlihat dari aksi cepat Polres Tanggamus yang langsung turun tangan membantu warga setelah gempa berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah tersebut pada Jumat malam.
Melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), jajaran kepolisian mengadakan bakti kesehatan berupa layanan pengobatan gratis di Kecamatan Semaka pada Sabtu (27/9/2025).
Kegiatan yang digelar sejak pagi hingga siang hari ini bertujuan memberikan layanan medis bagi puluhan warga yang rumahnya terdampak kerusakan.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP M. Yusuf, S.H., mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat pascabencana.
Pihaknya turun langsung memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Semaka.
Baca juga: Bripka Abdul Harik, Sosok Polisi yang Tak Lelah Menyalakan Harapan di Sekolah Terpencil
"Sebanyak 28 orang dewasa dan 5 anak-anak mendapatkan pengobatan gratis. Hal ini sebagai wujud kehadiran Polri untuk meringankan beban masyarakat,” ungkap AKP M. Yusuf.
AKP M. Yusuf menambahkan, selain pengobatan gratis, personel juga turut memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Kegiatan berjalan lancar dan tidak ada warga maupun personel yang harus dirujuk ke rumah sakit,” tambahnya.
Masyarakat yang hadir memberikan respons positif terhadap layanan kesehatan gratis itu. Jasmini, salah satu warga yang terdampak gempa, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim medis dari Polres Tanggamus.
“Saya sekeluarga sangat berterima kasih kepada Polres Tanggamus yang sudah datang membantu kami. Pengobatan gratis ini benar-benar meringankan, apalagi di saat kondisi rumah kami rusak karena gempa. Kehadiran tim medis membuat kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ungkap Jasmini. (*)
Baca juga: Aipda Agus Miswanto, Polisi Purbalingga yang Sisihkan Gaji untuk Bangun Pesantren Anak Yatim
Baca tanpa iklan