Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahlil Sentil “Ternak Akun”: Sosmed Tak Layak Jadi Rujukan Pengajian

Bahlil diserang meme liar, kader Golkar gerak cepat lapor ke polisi. Sosmed tak layak jadi bahan pengajian, katanya!

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
zoom-in Bahlil Sentil “Ternak Akun”: Sosmed Tak Layak Jadi Rujukan Pengajian
Tribunnews.com/Fersianus Waku
BAHLIL DAN SOSMED - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan pidato dalam pembukaan Muktamar IX Pengajian Al-Hidayah di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia mengingatkan agar isi media sosial tidak dijadikan bahan pengajian karena banyak diproduksi oleh akun robotik. 

Ringkasan Berita:
  • Bahlil: Sosmed penuh robot, jangan dijadikan bahan pengajian.
  • Meme nyerang pribadi, kader Golkar lapor ke Bareskrim dan Polda.
  • Kritik boleh, tapi jangan hina martabat lewat akun anonim.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan isi media sosial alias sosmed sebagai bahan rujukan dalam kegiatan pengajian.

Peringatan itu disampaikan Bahlil dalam pembukaan Muktamar IX Pengajian Al-Hidayah di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Dalam sambutannya, Bahlil menyoroti maraknya konten digital yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya, termasuk yang diproduksi oleh akun-akun anonim dan otomatis.

Ia menyebut fenomena ini sebagai “ternak akun”, yakni praktik penggunaan teknologi robotik untuk menyebarkan informasi yang belum tentu akurat.

“Pengajian ini penting daripada sosmed. Duduk, bicara mulai cerita isi sosmed yang kadang-kadang tidak jelas,” ujar Bahlil.

Ia menekankan bahwa informasi di media sosial tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan, dan hanya pembuat konten serta Tuhan yang mengetahui kebenarannya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ini sosmed ini bapak ibu semua, hanya yang tukang bikin sosmed dan Tuhan yang tahu kebenarannya,” katanya.

Bahlil juga mengaitkan peringatan tersebut dengan tema digitalisasi yang semakin kompleks.

Menurutnya, banyak konten di media sosial kini diproduksi secara industri menggunakan robot, sehingga publik perlu lebih waspada.

“Sosmed sekarang itu pakai robot. Jadi jangan percaya juga. Jangan percaya. Itu sudah pakai robot, sudah pakai industri,” tegas Bahlil.

Baca juga: Lita Gading Diserang Buzzer usai Kritik Ahmad Dhani-Mulan Jameela, Pengacara sang Musisi Buka Suara

Ia mengimbau agar masyarakat, khususnya peserta pengajian, tidak menjadikan isi media sosial sebagai bahan kajian keagamaan. Menurutnya, hal itu berisiko menyesatkan dan menciptakan bias informasi.

“Kalau kata Bendahara Umum Golkar itu namanya ternak akun via robot. Jadi jangan kita terkecoh bapak ibu semua. Jangan sampai isi sosmed yang tidak benar dijadikan sebagai bahan pengajian. Ini yang kita harus hindari,” ungkap Bahlil.

Acara muktamar tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh Partai Golkar, termasuk Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Umum Adies Kadir, dan Bendahara Umum Sari Yuliati.

Hadir pula pimpinan organisasi sayap Golkar seperti Ketua Umum Soksi Mukhamad Misbakhun, Ketua Umum Kosgoro 1957 Dave Laksono, dan Ketua Umum AMPG Said Aldi Al Idrus.

Dalam kesempatan yang sama, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa Muktamar IX Al-Hidayah bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat pusat dan daerah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas