Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: Rp306 T Anggaran Rawan Korupsi Dialihkan ke Program Pro-Rakyat

Prabowo menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat tata kelola anggaran negara dan memberantas praktik korupsi di seluruh lini birokrasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: Rp306 T Anggaran Rawan Korupsi Dialihkan ke Program Pro-Rakyat
Istimewa
TATA KELOLA ANGGARAN - Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025). Di hadapan para menteri, kepala lembaga, dan aparat penegak hukum, ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memperkuat tata kelola anggaran negara dan memberantas praktik korupsi di seluruh lini birokrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus memperkuat tata kelola anggaran negara dan memberantas praktik korupsi di seluruh lini birokrasi. Ia menyebut, dalam satu tahun pertama pemerintahan, sebanyak Rp306 triliun anggaran negara yang rawan korupsi telah dialihkan ke program-program pro-rakyat.

“Kita berhasil mengalihkan Rp 306 triliun rupiah anggaran negara yang rawan korupsi kita alihkan untuk program-program pro-rakyat. Rp 300 triliun, ini yang kita pakai untuk langsung ke rakyat,” ujar Prabowo di hadapan para menteri, kepala lembaga, dan aparat penegak hukum dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025).

Presiden menjelaskan bahwa pengalihan anggaran ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang negara digunakan secara efisien dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, bukan berhenti di meja birokrasi.

“Kita bertekad tidak ada kasus-kasus korupsi yang tidak bisa diselidiki. Tidak ada, no more untouchable,” tegasnya.

Dalam arahannya, Prabowo memuji keberanian aparat penegak hukum yang bekerja tegas dan tanpa pandang bulu, hingga berhasil menyelamatkan lebih dari Rp1.000 triliun potensi kerugian negara dari berbagai kasus korupsi, penyelundupan sumber daya alam, dan penyelewengan anggaran.

“Juga penegak hukum telah berhasil menyelamatkan lebih dari Rp1.000 triliun kerugian negara. Ini yang kita berhasil kita tegakkan,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan, pemberantasan korupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal reformasi sistem keuangan publik agar tidak memberi ruang bagi kebocoran. Ia menilai langkah efisiensi anggaran harus terus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan aparat penegak hukum agar mereka dapat bekerja dengan martabat.

Baca juga: Program Cek Kesehatan Gratis Capai 43 Juta Peserta, Prabowo Soroti Kekurangan Dokter di Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

“Gaji hakim tingkat yang paling rendah kita naikkan 280 persen. Ini sangat penting supaya dia tidak bisa disogok. Hakim-hakim kita tidak boleh dibeli oleh siapa pun,” tegasnya lagi.

Prabowo menjelaskan, penghematan dan pengalihan anggaran dari pos-pos yang rawan penyimpangan kini menjadi sumber pendanaan bagi berbagai program pro-rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, serta peningkatan infrastruktur dasar desa dan pertanian.

Prabowo menambahkan, uang hasil penyelamatan korupsi yang sudah ada akan diarahkan ke sektor pendidikan. Dalam konteks ini, ia mencontohkan dana Rp13 triliun yang dikembalikan Kejaksaan kepada negara dalam acara resmi yang juga dihadiri Prabowo pada hari yang sama, dapat digunakan untuk memperkuat LPDP guna menjadi investasi jangka panjang melalui pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan Menteri Keuangan, mungkin Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan," ujarnya.

Presiden menambahkan, filosofi dasar kebijakan fiskalnya sederhana, yaitu uang rakyat harus kembali ke rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang diselamatkan dari praktik korupsi akan diarahkan menjadi investasi jangka panjang untuk pendidikan, riset, dan teknologi.

Prabowo menutup arahannya dengan seruan moral kepada seluruh pejabat negara untuk bekerja dengan niat yang bersih dan rasa tanggung jawab penuh terhadap amanat rakyat.

“Kita diberi kekuasaan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya. Bahaya kemiskinan, bahaya kelaparan, bahaya penyakit, bahaya ancaman dari badai, dari bencana, ancaman dari kerusuhan, ancaman dari serangan dari pihak luar,” ujarnya.

Presiden menegaskan, upaya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti. Dengan keberanian, integritas, dan sistem yang transparan, ia meyakini bahwa pemerintah bisa memastikan setiap rupiah uang negara kembali menjadi kesejahteraan rakyat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas