Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewan Pers: Jurnalis Harus Perbaiki Diri Demi Kepercayaan Publik

120 ribu wartawan, hanya 10 ribu terakreditasi. Dewan Pers bicara tegas soal etika, profesi, dan harga diri pers.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dewan Pers: Jurnalis Harus Perbaiki Diri Demi Kepercayaan Publik
Serambinews.com/Rianza Alfandi
SERUAN ETIKA PERS - Ketua Komisi Digital Dewan Pers Indonesia, Dahlan Dahi, memberi sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Aceh, Selasa (21/10/2025). Dalam forum tersebut, ia menyerukan agar jurnalis dan media memperbaiki diri demi membangun kepercayaan publik. 

Dahlan menambahkan bahwa perusahaan pers seharusnya mampu menggaji karyawan minimal 13 kali dalam setahun. Hal ini penting agar wartawan tidak lagi meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada lembaga-lembaga lain.

“Pers tidak boleh pergi minta THR ke lembaga lain, karena dia perusahaan. Sekarang kalau wartawan itu tidak dikasih THR oleh perusahaannya, pastikan bahwa perusahaannya nggak benar,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Dahlan menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam membentuk opini publik, yang pada akhirnya membentuk demokrasi.

Ia menyebut demokrasi sebagai sistem yang diciptakan, bukan sesuatu yang lahir secara alami, dan pers turut berperan dalam proses penciptaannya.

“Kalau peran pers membentuk pendapat umum ini terganggu, maka yang juga akan terganggu adalah demokrasi. Demokrasi itu adalah invention, demokrasi itu kita ciptakan. Dia tidak lahir bersama dengan lahirnya umat manusia. Pers ikut menciptakan demokrasi, dan demokrasi menurut saya juga ada value. Kita anggap sebagai sistem pemerintahan yang baik, dan karena itu pers juga ikut mendorong bagaimana negara ini dikelola secara demokrasi,” jelasnya.

Seruan ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik terhadap pers tidak dibangun dari retorika, melainkan dari integritas, akreditasi, dan standar kerja yang konsisten.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas