Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istana: Selamat Hari Santri 2025, Semoga Bawa Keberkahan bagi Kita Semua

Mensesneg Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah mengucapkan selamat Hari Santri Nasional, Rabu (22/10/2025).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Istana: Selamat Hari Santri 2025, Semoga Bawa Keberkahan bagi Kita Semua
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
AGENDA PRABOWO - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/7/2025). Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah mengucapkan selamat Hari Santri Nasional, Rabu (22/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah mengucapkan selamat Hari Santri Nasional.
  • Hal itu disampaikan oleh Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).
  • Ia berharap, Hari Santri yang diperingati pada hari ini bisa membawa keberkahan bagi semua pihak. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah mengucapkan selamat Hari Santri Nasional yang jatuh pada Rabu (22/10/2025).

Hal itu disampaikan oleh Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

"Pada sore hari ini kami mewakili Bapak Presiden (Prabowo) dan mewakili pemerintah ingin menyampaikan dan mengucapkan selamat Hari Santri tahun 2025," ujarnya, Rabu.

Ia berharap, Hari Santri yang diperingati pada hari ini bisa membawa keberkahan bagi semua pihak. 

"Semoga Hari Santri yang kita peringati bersama-sama membawa keberkahan bagi kita semua," tuturnya.

Lebih lanjut, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Rekomendasi Untuk Anda

Prasetyo menyebut, hal itu berawal dari kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Berkenaan dengan masalah izin Ditjen Pondok Pesantren memang itu bermula dari beberapa waktu yang lalu ada kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo," kata Prasetyo Hadi.

Menurutnya, dari peristiwa itu pemerintah memperoleh fakta bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren.

Apalagi, jumlah pondok pesantren yang tersebar di Tanah Air mencapai 42 ribu.

"Dari peristiwa itu kita mendapatkan fakta bahwa nampaknya kita semua pemerintah perlu untuk memberikan perhatian yang lebih kepada pondok-pondok pesantren," terangnya.

Baca juga: Peringati Hari Santri 2025, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya

Prasetyo menjelaskan, ada sejumlah aspek mengenai ponpes yang menjadi perhatian Presiden Prabowo.

Pertama, yaitu mengenai masalah keamanan bangunan ponpes. 

Peristiwa yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa masih ada bangunan pondok yang tak sesuai dengan prosedur keamanan.

Oleh karena itu, Prabowo memberikan petunjuk terhadap kementerian/lembaga terkait untuk melakukan asesmen terhadap bangunan pondok.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas