Kala Gedung Nusantara V Disulap Jadi Panggung Diplomasi Budaya Melayu Dunia
Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, berubah wajah pada Kamis (23/10/2025) malam.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, berubah wajah pada Kamis (23/10/2025) malam.
Lobi gedung yang biasanya digunakan untuk urusan kenegaraan, malam itu menjadi tempat perjamuan istimewa: gala dinner para tokoh Melayu dari 18 negara dalam rangka Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-23.
Sekitar pukul 18.55 WIB, para tamu mulai berdatangan mengenakan busana adat Melayu—baju kurung dan songket yang melingkari pinggang—menandai pertemuan budaya yang sarat makna.
Mereka disambut langsung oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DMDI, didampingi Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan Sekjen DPD RI Muhammad Iqbal.
Tokoh-tokoh penting hadir, di antaranya Presiden DMDI Dunia sekaligus Sultan Malaka Tun Seri Setia Dr. H. Mohd. Ali Rustam, Ketua Umum DMDI Datuk Said Aldi Al Idrus, tokoh Melayu Sumatera Rahmat Shah, serta Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Dalam sambutannya, Sultan Bachtiar menyebut Konvensi DMDI ke-23 akan resmi dibuka di Hotel Borobudur pada Jumat (24/10/2025).
Ia menekankan bahwa DMDI, yang berdiri sejak tahun 2000, kini memasuki fase penting untuk mempererat jejaring antarnegara berbudaya Melayu.
“Melayu punya sejarah peradaban yang luar biasa, bukan hanya dari sisi literasi, tapi juga nilai-nilai kebesaran yang perlu kita angkat kembali,” ujar Sultan.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI Soroti Transisi Tata Kelola Haji 2026, Dorong Perbaikan Layanan untuk Jamaah
Ia menargetkan DMDI akan menjalin kunjungan ke 23 negara yang memiliki akar budaya Melayu, sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali peradaban yang pernah berjaya.
Yusril Ihza Mahendra turut menyampaikan harapannya agar konvensi ini menjadi momentum konsolidasi budaya dan spiritualitas dunia Melayu, sekaligus memperkuat posisi Islam sebagai pilar utama peradaban kawasan.
“Mudah-mudahan kongres ini berhasil menyatukan Dunia Melayu dan Islam dalam satu semangat kebersamaan,” ucap Yusril.
Tentang DMDI
Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) adalah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 2000 di Malaka, Malaysia.
Berfokus pada bidang sosial budaya dan dakwah, DMDI bertujuan mempererat hubungan antarbangsa Melayu dan memajukan nilai-nilai Islam yang melekat dalam budaya Melayu.