Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tata Cara dan Niat Shalat Sunnah Safar: Amalan Rasulullah saat Bepergian Jauh

Shalat sunnah safar dua rakaat dilakukan sebelum meninggalkan rumah, berikut tata cara pelaksanaan dan bacaan niatnya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Sri Juliati
zoom-in Tata Cara dan Niat Shalat Sunnah Safar: Amalan Rasulullah saat Bepergian Jauh
SRIPO/SRIPO/SYAHRUL
ILUSTRASI SHALAT SUNNAH - Puluhan umat muslim dan muslimah mengikuti Shalat Istisqo, shalat minta hujan di halaman Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Palembang, Kamis (12/10/2023). Shalat sunah safar dua rakaat dilakukan sebelum meninggalkan rumah, berikut tata cara pelaksanaan dan bacaan niatnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebelum melakukan perjalanan jauh, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mulia yang menjadi teladan bagi umatnya, yaitu melaksanakan shalat sunnah safar.

Shalat ini merupakan salah satu bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT sebelum seseorang meninggalkan tempat tinggalnya untuk bepergian.

Amalan ini tidak hanya menunjukkan ketakwaan, tetapi juga mengajarkan umat Islam agar selalu memulai setiap perjalanan dengan doa dan ibadah, sehingga perjalanan yang ditempuh senantiasa mendapat ridha dan perlindungan dari Allah SWT.

Adapun shalat sunnah safar dua rakaat dilakukan sebelum meninggalkan rumah.

Melansir laman Kemenag, dalil atau riwayat yang menjadi dasar amalan shalat safar ini di antaranya berasal dari Anas bin Malik yang menegaskan bahwa setiap kali Rasulullah SAW akan meninggalkan sebuah tempat, maka beliau akan menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat sunnah.

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنْزِلُ مَنْزِلاً إِلاَّ وَدَّعَهُ بِرَكْعَتَيْنِ

Artinya, “Sungguh, Nabi Muhammad Saw. tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat” (HR Anas bin Malik).

Begitu pentingnya shalat sunnah safar ini hingga Rasulullah SAW menyebutnya sebagai amalan yang sangat "berharga" bagi keluarga yang akan ditinggalkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Imam ath-Thabrani meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَا خَلَّفَ أَحَدٌ عَلَى أَهْلِهِ أَفْضَلُ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِينَ يُرِيدُ السَّفَرَ

Artinya, “Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan.” (HR ath-Thabrani).

Baca juga: Doa Pembuka Rezeki dan Amalan Sunnah Agar Keberkahan Terus Mengalir

Hadis lain yang menjelaskan keutamaan shalat safar dapat kita temukan dalam riwayat Imam ath-Thabrani lainnya, di mana Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعَانِك مَخْرَجَ السُّوءِ وإذَا دَخَلتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَمْنَعَانِك مَدْخَلَ السُّوءِ.

Artinya, “Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat, yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Dan jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah” (HR al-Baihaqi).

Dari ketiga riwayat hadis di atas, bisa dipahami bahwa shalat safar menjadi amalan pendahuluan untuk mengiringi perjalanan dengan keikhlasan dan perlindungan Ilahi.

Tata Cara dan Niat Shalat Safar

Tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan shalat sunnah safar.

Shalat ini boleh dilakukan pada pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Waktu pelaksanaannya berkaitan dengan saat sebelum keluar rumah atau sebelum menaiki kendaraan untuk melakukan perjalanan jauh.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas