Tak Dendam, Ibu Timothy Justru 'Angkat' 2 Pembully sang Anak Jadi Anaknya
Ibu Timothy tidak dendam kepada pelaku meski sang anaknya dirundung setelah meninggal dunia. Dia justru 'mengangkat' dua pelaku sebagai anaknya.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Sri Juliati
"Jadi ada tiga orang saksi yang melihat itu. Karena tidak saling kenal, jadi dibiarkan saja atau tidak terlalu menghiraukan dari korban," ujarnya pada Senin (20/10/2025).
"Kemudian tiga orang saksi ini melanjutkan pembicaraan mereka bertiga, tidak berapa lama sekitar 10-15 menit, ada saksi yang menoleh ke arah tempat korban duduk terakhir, itu ada sepatu yang dilihat," sambung Laksmi.
Dia juga menyampaikan adanya saksi yang melihat Timothy tengah melepas sepatu yang dikenakan.
Namun, saksi tersebut tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke ruangan kelas.
"Setelah keluar lagi, (saksi melihat) korban tidak ada lagi di sana," jelasnya.
Baca juga: Soal Motif Timothy Bunuh Diri: Polisi Bantah Imbas Bullying, Unud Sebut Bukan Buntut Tekanan Skripsi
Laksmi turut menegaskan, ketika Timothy melompat, tidak ada saksi yang melihatnya.
Terkait pemicu Timothy diduga mengakhiri hidup lantaran adanya perundungan atau bullying, Laksmi mengatakan masih dalam proses penyelidikan.
Namun, berdasarkan pemeriksaan terhadap para saksi, tidak disebutkan bahwa mendiang mengalami bullying semasa hidupnya.
"Kemudian terkait masalah pembuktian apakah mungkin unsur perundungan atau bullying terhadap korban sehingga mengakibatkan korban bunuh diri, itu masih proses penyelidikan dari kami."
"Dari saksi-saksi yang sudah kami mintai keterangan, baik itu dari pihak dosen, teman-teman satu angkatan dan satu kelas korban, bahkan sahabat dari korban tadi malam sudah kami mintai keterangan, tidak ada menyebutkan atau mengetahui perundungan yang dialami oleh korban," beber Laksmi.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)