Tak Dendam, Ibu Timothy Justru 'Angkat' 2 Pembully sang Anak Jadi Anaknya
Ibu Timothy tidak dendam kepada pelaku meski sang anaknya dirundung setelah meninggal dunia. Dia justru 'mengangkat' dua pelaku sebagai anaknya.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Sri Juliati
Momen pertemuan itu terjadi ketika Leo berkunjung ke rumah duka. Sharon menyebut ketika menemuinya, Leo seperti orang yang ketakutan.
"Leo itu datang dengan ketakutan dan stres yang sangat besar. Dan dia sangat-sangat ketakutan, belum makan, selesai itu pun kita masih bawain makanan dia," cerita Sharon.
Saat bertemu, Sharon menyampaikan agar Leo menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Dia juga meminta Leo agar kesalahan yang dibuat bisa menjadi pelajaran berharga ke depannya.
"Tapi jangan takut. Hadapi konsekuensinya, setelah itu perbaiki dirimu dan jadi hidup lebih baik," kata Sharon mengulangi nasihatnya kepada Leo.
Baca juga: Timbulkan Pro-Kontra, Pandangan Berbeda Felix Zulhendri Singgung Fisik Sorot Kasus Timothy
Selain Leo dan Vito, Sharon juga telah bertemu pelaku bullying Timothy yang berasal dari Fakulta Kedokteran (FK) Unud bernama Eric Gonata.
Lagi-lagi, Sharon menasihati Eric seperti pelaku bullying lainnya agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
"Saya bilang Eric kamu harus jadi dokter yang berbeda dan luar biasa," ujarnya.
Senada dengan Vito, Sharon juga menganggap Eric seperti anaknya dan meminta untuk selalu memberitahu perkembangan dirinya kepadanya.
"Sekarang, (Sharon) juga jadi mama kamu. Jadi kamu juga saya kenakan wajib lapor. Kamu update everything happen to you. Aku ingin melihat kamu berkembang, melanjutkan hidup setelah ini, menggapai orang-orang, dan melayani orang-orang," kata Sharon.
Kronologi
Sebelumnya, Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi mengungkapkan kronologi Timothy yang diduga mengakhiri hidup pada Rabu lalu.
Dia mengatakan adanya saksi yang melihat gerak-gerik Timothy ketika keluar dari lift lantai empat gedung FISIP Unud.
Saksi, kata Laksmi, melihat Timothy duduk di sebuah kursi. Adapun kursi tersebut menjadi tempat ditemukannya tas dan sepatu milik korban.
Dia mengungkapkan saksi tidak menghiraukan gerak-gerik Timothy karena tidak saling mengenal.