Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Sumpah Pemuda: Nyala Api Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

97 tahun setelah ikrar bersejarah, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh hanya menjadi abu yang padam, harus tetap berkobar menuju Indonesia Emas 2045.

zoom-in Sumpah Pemuda: Nyala Api Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045
Tangkapan Layar YouTube Komisi III DPR RI
SUMPAH PEMUDA - Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta. I Wayan Sudirta mengatakan 97 tahun setelah ikrar bersejarah, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh hanya menjadi abu yang padam, melainkan harus tetap berkobar sebagai api yang menyala-nyala, menerangi jalan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. 

Sumpah Pemuda: Nyala Api Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dan Pengajar di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pada 28 Oktober 1928, sebuah momentum agung terukir dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia.

Di tengah himpitan penjajahan kolonial yang mencengkeram, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berhimpun dalam Kongres Pemuda Kedua, melahirkan sebuah ikrar yang menggetarkan jiwa: Sumpah Pemuda

Ikrar ini bukan sekadar deklarasi politis, melainkan manifestasi kesadaran filosofis yang mendalam bahwa di atas perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, terdapat satu identitas kolektif yang lebih agung: Indonesia.

Tiga butir ikrar suci itu, satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu bahasa persatuan bahasa Indonesia adalah cerminan dari nilai-nilai luhur yang kelak menjadi pondasi falsafah bangsa: Pancasila. Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal terwujudnya persatuan dalam kebhinnekaan, sebuah konsep filosofis yang menempatkan Persatuan Indonesia sebagai sila ketiga Pancasila, jantung dari ideologi kebangsaan kita.

Rekomendasi Untuk Anda

Kini, 97 tahun setelah ikrar bersejarah itu, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh hanya menjadi abu yang padam, melainkan harus tetap berkobar sebagai api yang menyala-nyala, menerangi jalan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

 

Filosofi Sumpah Pemuda dalam Bingkai Pancasila

Sumpah Pemuda dan Pancasila adalah dua entitas yang tak terpisahkan, seperti dua sisi dari satu mata uang yang sama. Jika Sumpah Pemuda adalah manifestasi semangat persatuan, maka Pancasila adalah landasan filosofis yang memberikan jiwa dan arah bagi persatuan tersebut.

Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia adalah perwujudan langsung dari semangat Sumpah Pemuda. Para pendiri bangsa menyadari bahwa tanpa persatuan, bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, dan beragam agama ini akan mudah terpecah belah. Oleh karena itu, persatuan bukan hanya sekadar slogan, melainkan keharusan eksistensial bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Sejarah Singkat Sumpah Pemuda 28 Oktober: Awal Persatuan Bangsa Indonesia

Pancasila mengajarkan kita bahwa persatuan yang hakiki bukanlah keseragaman yang memaksakan, melainkan harmoni dalam keberagaman. Seperti yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, semua nilai ini berpijak pada semangat persatuan yang inklusif, mengayomi seluruh komponen bangsa tanpa diskriminasi.

Dalam perspektif filosofis Pancasila, Sumpah Pemuda adalah penegasan ontologis atas keberadaan Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa. Para pemuda 1928 tidak hanya menyatakan persatuan secara fisik, tetapi juga mengikrarkan kesadaran kolektif sebagai bangsa yang memiliki tujuan bersama: kemerdekaan, keadilan, dan kemakmuran.

 

Isu Kekinian: Tantangan Pemuda di Era Disrupsi

Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang deras, nilai-nilai Sumpah Pemuda dihadapkan pada berbagai ujian. Generasi muda Indonesia saat ini hidup dalam era di mana batas-batas geografis menjadi kabur, identitas semakin cair, dan tantangan sosial-ekonomi-politik kian kompleks.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas