Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Projo Komitmen Dukung Pemerintahan Prabowo Gibran Hingga 2029

Kongres ke-III Projo dipastikan akan menjadi momen penting untuk menegaskan posisi dan strategi organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan

 

Ringkasan Berita:
  • Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) akan menggelar Kongres ke-III pada 1–2 November 2025 di Jakarta.
  • Projo tengah menjalin komunikasi dengan Istana agar Presiden Prabowo Subianto dapat hadir menutup acara tersebut. 
  • Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan kehadiran Prabowo menjadi simbol dukungan dan komitmen politik Projo untuk terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Relawan Pro Jokowi (Projo) resmi akan menggelar Kongres ke-III pada 1-2 November 2025 di Jakarta.

Menjelang hajat akbar tersebut, Projo tengah berkomunikasi intensif dengan Istana untuk mengundang Presiden Prabowo Subianto guna menghadiri dan menutup rangkaian kongres.

Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyesuaikan jadwal dengan agenda Presiden Prabowo.

Hal itu disampaikan Freddy Damanik saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

"Karena jadwal beliau tanggal 1 itu, kalau tidak salah ada KTT APEC di Korea. Karena acaranya tanggal 1 dan 2, maka kemungkinan yang bisa di tanggal 2-nya, yang merupakan sesi penutupan," jelas Freddy.

Rekomendasi Untuk Anda

Freddy menegaskan bahwa hal ini merupakan arahan dari mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Dewan Pembina Projo. Komunikasi dijalin untuk menemukan waktu yang tepat bagi Presiden.

Baca juga: Jokowi Tak Ingin Projo Jadi Partai Politik

"Kami harapkan beliau bisa menutup Kongres ke-III Projo," ujarnya.

Keinginan untuk menghadirkan Presiden Prabowo dalam kongres bukan tanpa alasan. Freddy menegaskan hal itu sebagai bentuk komitmen politik Projo yang konsisten mendukung pemerintahan saat ini.

"Projo ini dari awal memang ikut menginisiasi Pak Prabowo menjadi Presiden ke-8 Republik ini. Bukan hanya ketika sudah jadi capres, tapi sebelum jadi capres kita sudah ikut menginisiasi. Itu jelas dan itu fakta," tegas Freddy.

Oleh karena itu, menurutnya, kehadiran Prabowo di kongres nanti memiliki makna strategis.

"Kami ingin meneruskan hal yang baik tersebut. Selama Pak Jokowi menjadi Presiden, beliau selalu hadir di kegiatan besar Projo. Kami ingin Pak Prabowo juga hadir, menyapa kader-kader Projo," paparnya.

Lebih lanjut, Freddy menyatakan bahwa kehadiran Presiden akan menjadi simbol yang kuat di tengah beragamnya dinamika politik.

"Kami mau menyampaikan tekad kami bahwa kami tetap bersama Pak Prabowo, Prabowo-Gibran, dan akan tetap mengawal pemerintahan ini hingga 2029," imbuhnya.

Freddy juga menyampaikan harapan bahwa dukungan loyal Projo dapat direspons positif oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk dengan kemungkinan menempatkan kembali kader Projo di kabinet.

"Ya, tentu kami tetap berharap. Orang yang berhadapan, bertentangan saja, lawan, ketika dia dirangkul. Apalagi kami yang sejak awal," ucap Freddy.

Ia menyatakan optimismenya melihat karakter Presiden Prabowo yang inklusif.

"Kami berharap, entah pun ketua umum kami, Pak Budi Arie, atau kader kami yang lain, silahkan saja. Kami yakin dan optimis, karena memang melihat karakter presiden kita yang merangkul, bukan memukul," tutup Freddy.

Kongres ke-III Projo dipastikan akan menjadi momen penting untuk menegaskan posisi dan strategi organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi ini dalam peta politik nasional ke depan, sekaligus memperkuat relasinya dengan kekuasaan.

Baca juga: Syarat Jokowi ketika Projo Bakal Jadi Partai Politik: Bersifat Super Tbk, Kantor Online

Berikut petikan wawancara khusus dengan Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik dengab Tribunnews;

Tanya: Kalau tidak salah, dalam Kongres ketiga ini kan Projo atau Panitia mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo untuk hadir di dalam penutupan, gitu ya? Betul?

Jawab: Sebetulnya tidak khusus. Kami kan terus komunikasi. Komunikasi ke istana, komunikasi ke Pak Presiden, bagaimana baiknya. Karena waktu beliau, jadi memang kami harapkan beliau bisa menutup Kongres 3 Projo.

Apa makna dibalik keinginan Projo untuk menghadirkan Presiden Prabowo ke Kongres ketiga itu, maknanya apa?

Projo ini dari awal memang ikut menginisiasi pak Prabowo menjadi Presiden ke-8 Republik ini. Dari awal ikut menginisiasi. Bukan hanya ketika Pak Prabowo sudah jadi Capres kita ikut berjuang, berkampanye. Kami mau tetap bersama-sama Pak Prabowo sampai akhir masa ini. Kami tetap akan menjalin komunikasi yang baik. Kami akan tetap mendukung pemerintahan ini sampai di tahun 2029.

Baca juga: Mengintip Arena Kongres III Projo di Hotel Bintang Lima, Ada Ruang VIP Khusus untuk Jokowi

Tapi di dalam perjalanan kan, satu-satunya kader Projo di kabinet, Pak Budi Arie, terpental ketika reshuffle. Apakah ini juga membuat Projo kecewa terkait dengan fenomena itu? Dan bahkan ada beberapa kelompok relawan, justru berharap bahwa relawan, entah itu dari Projo atau mana, ada yang kemudian masuk ke kabinet. Gimana itu?

Kalau kecewa, marah, kader-kader di bawah, itu nggak perlu ditutupi. Itu fakta. Pasti dong. Ketua umumnya di-reshuffle, mereka nanya, "Apa sih alasannya? Kenapa sih?" Kita juga nggak bisa jawab. Kita juga nggak bisa jawab, kan? Tetapi kan itu memang prioritas Presiden yang perlu kita... Tentu Pak Presiden paling tahu kebutuhan kabinetnya.

Tentu Pak Presiden paling tahu alasan kenapa mencopot ketua umum kami, Budi Arie. Tetapi kekecewaan itu tidak membuat kami, seperti saya sampaikan tadi, kami tidak akan lepas tanggung jawab. Ini kami, tadi kita diskusi, dari musyawarah ke musyawarah, loh, ini. Ini kami inisiasi, kami dukung, masyarakat kami arahkan, seperti itu.

Kami percaya, orang yang berhadapan, bertentangan saja, Pak Prabowo ini aja dirangkul. Apalagi kami, walaupun kami bukan partai politik, tetapi kami adalah kormat militan yang berkesadaran politik yang memang, boleh dilihat, kami ada di seluruh Indonesia, di provinsi maupun di kabupaten kota, bahkan di cabang-cabang, di desa kami ada. Jadi menurut kami, kita juga berharap.

Ada keinginan nggak, ada harapan gitu, bahwa ada kader lain yang bisa masuk ke kabinet gitu, ada harapan nggak?

Jawab: Ya, tentu kami tetap berharap. Seperti saya bilang tadi, kami tetap berharap. Kan orang yang berhadapan, bertentangan saja, lawan, ketika dia dirangkul. Apalagi kami yang sejak awal. Kami berharap, entah pun ketua umum kami, Pak Budi Arie, atau kader kami yang lain, ya silahkan aja, lah. Dan kami yakin sih, optimis. Karena memang melihat karakter presiden kita yang memang merangkul seperti itu, bukan memukul, ya.

Bang, selama ini Projo itu berkomunikasi dengan Pak Prabowo itu lewat jalur mana, Bang? Kan ini gak mudah ini, betul kan? Semua jalur? Pak Dasco, Pak Safrie, KSP, Sesneg itu dipake gitu ya?

Pakai, semua dipakai.

Dan so far, lancar kah?

Komunikasi sejauh ini, tek-tok-an terus, gak ada ini... Gak ada hambatan? Gak ada hambatan sama sekali. Masih. Karena misalnya dalam hal Kongres ini, jadi day by day perkembangan terus.

Tapi pemerintah bantu gak, Pak Prabowo, untuk pelaksanaan Kongres? Bantu-bantu dana, bantu-bantu...

Oh, enggak. Kita selalu mandiri. Zaman Pak Jokowi juga gak pernah Pak Jokowi kasih anggaran untuk Kongres kita. Gak ada itu.

Jadi termasuk kali ini swadaya ya?

Dari dulu juga swadaya. Dari dulu, bisa dibuktikan, bisa dilihat. (Tribun Network/ Yuda).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas