Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Prabowo Cerita Pengalamannya Dilatih Orang Korea, Tak Ada Libur saat Natal dan Idul Fitri

Pelatih tersebut bahkan menjelaskan bahwa ia sendiri seorang Kristen dan siap ke gereja lebih dulu sebelum kembali berlatih.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
zoom-in Presiden Prabowo Cerita Pengalamannya Dilatih Orang Korea, Tak Ada Libur saat Natal dan Idul Fitri
Tribunnews/Jeprima
PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo Subianto memberikan kata sambutan saat acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). Prabowo Subianto membagikan pengalamannya saat dilatih instruktur asal Korea Selatan ketika masih bertugas di Kopassus.  
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalamannya saat dilatih instruktur asal Korea Selatan
  • Karakter kedisiplinan dan etos kerja tinggi Korea adalah salah satu hal yang dikagumi Prabowo
  • Pelatih judo asal Korea tetap mewajibkan latihan meskipun sedang hari besar keagamaan

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto membagikan pengalamannya saat dilatih instruktur asal Korea Selatan ketika masih bertugas di Kopassus. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Prabowo Resmikan Pabrik Ethylene Terbesar di Cilegon Milik Lotte Chemical

Prabowo mengatakan, karakter kedisiplinan dan etos kerja tinggi Korea adalah salah satu hal yang ia kagumi dan ingin dicontoh dalam pembangunan nasional.

“Saya dibantu pelatih-pelatih dari Korea, mereka sangat keras, melatih dari depan,” ujar Prabowo.

Ia menuturkan salah satu pelatih judo asal Korea tetap mewajibkan latihan meskipun sedang hari besar keagamaan.

“Menjelang hari Natal saya panggil dia. Saya bilang, ‘Professor, besok hari Natal, para anggota diliburkan.’ Dia bilang, ‘Tidak bisa, Jenderal harus latihan,’” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelatih tersebut bahkan menjelaskan bahwa ia sendiri seorang Kristen dan siap ke gereja lebih dulu sebelum kembali berlatih.

“Dia bilang, ‘Saya juga orang Kristen. Kita nanti ke gereja, kebaktian, misa jam 10.00, nanti jam 13.00 latihan lagi’” tuturnya.

Hal serupa terjadi ketika Prabowo menanyakan soal jadwal latihan saat Idul Fitri.

“‘Jenderal, yang wajib itu salat Ied jam 07.00 pagi. Habis itu latihan lagi,” ujarnya menirukan sang instruktur.

Baca juga: Prabowo Minta Publik Berhenti Sebar Narasi Dia Dikendalikan Jokowi: Untuk Apa Saya Takut Sama Beliau

Menurut Prabowo, pelatih tersebut kemudian menyampaikan bahwa kemenangan hanya dapat dicapai melalui konsistensi latihan tanpa kompromi.

“Dia tanya, ‘Jenderal mau tim Jenderal juara atau tidak?’ Kalau mau juara, tidak ada jalan lain. Rumusnya tiga: nomor satu latihan, training. Nomor dua latihan, training. Nomor tiga latihan, training,’” katanya.

Prabowo mengatakan pengalaman itu menjadi salah satu alasan ia menilai Korea Selatan sebagai bangsa yang tangguh, disiplin, dan berhasil bangkit dari kondisi sulit hingga menjadi negara industri maju.

“Orang Korea bangsa yang tangguh. Jadi kalau negosiasi sama orang Korea tidak gampang,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas