Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenis Wayang Populer di Indonesia, Lengkap dengan Asal Mula Kemunculan Wayang

Hari Wayang nasional diperingati pada tanggal 7 November, berikut jenis wayang yang populer di Indonesia, lengkap dengan sejarah asal mulanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jenis Wayang Populer di Indonesia, Lengkap dengan Asal Mula Kemunculan Wayang
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
WAYANG - Kerajinan wayang dari Yogyakarta hadir di Jakarta Fair 2022 Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022). Asal mula wayang dan jenis wayang terpopuler di Indonesia. 

4. Wayang Golek (Sunda)

Asal daerah: Jawa Barat (Sunda)

Bahan: Terbuat dari kayu, berbentuk tiga dimensi (boneka).

Cerita: Umumnya kisah Menak, Ramayana, atau cerita rakyat Sunda.

Ciri khas:

  • Tokohnya berbentuk boneka kayu berwarna cerah.
  • Dalang memegang tongkat di badan dan kepala wayang untuk menggerakkannya.
  • Bahasa pengantar: Bahasa Sunda dan diiringi gamelan Sunda (degung) dan sinden (penyanyi).

Makna budaya:

Wayang Golek menjadi sarana hiburan rakyat sekaligus media pendidikan moral dan sosial bagi masyarakat Sunda. Tokoh Cepot, misalnya, terkenal lucu tapi penuh nasihat.

Rekomendasi Untuk Anda

5. Wayang Banjar (Kalimantan Selatan)

Asal daerah: Kalimantan Selatan (Suku Banjar)

Bahan: Kulit atau kertas tebal, digambar dan diwarnai.

Cerita: Adaptasi dari Mahabharata dan Ramayana, tetapi disesuaikan dengan nilai Islam.

Ciri khas:

  • Bahasa pengantar: Bahasa Banjar.
  • Musik pengiring khas Banjar (rebab, gendang, dan gong).
  • Penampilan tokohnya sederhana, tapi penuh warna lokal.

Makna budaya:

Wayang Banjar menunjukkan akulturasi budaya Jawa dan Banjar, menggambarkan penyebaran budaya wayang dari Jawa ke Kalimantan melalui jalur perdagangan dan dakwah Islam.

6. Wayang Palembang (Sumatera Selatan)

Asal daerah: Palembang, Sumatera Selatan

Cerita: Kisah Menak Amir Hamzah dan beberapa kisah lokal.

Bahan: Kulit tipis atau kertas tebal yang digambar manual.

Ciri khas:

  • Dikenal juga sebagai Wayang Menak Palembang.
  • Menggabungkan unsur Islam dan tradisi Melayu.
  • Iringan musik rebana, gendang, dan alat musik Melayu lainnya.
  • Bahasa pengantar: Bahasa Melayu Palembang.

Makna budaya:

Wayang Palembang menjadi media penyebaran ajaran Islam dan nilai moral melalui seni pertunjukan, menggambarkan perpaduan budaya Jawa, Melayu, dan Arab di wilayah Sumatera Selatan.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Sesuai Minatmu
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas