Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Perempuan Indonesia Enggan Skrining Kanker Leher Rahim

Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia sering dikaitkan tingkat deteksi yang kurang atau tidak memadai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Alasan Perempuan Indonesia Enggan Skrining Kanker Leher Rahim
Tribunnews.com/ Rina Ayu
SKRINING KANKER - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (WamenPPPA) Veronica Tan mengungkapkan, dua alasan perempuan Indonesia enggan melakukan pemeriksaan atau skrining kanker leher rahim. Hal itu dia sampaikan saat memberikan keynote dalam acara MSD di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025). 

"Ada faktor yang membuat rasa malu, rasa tidak boleh, faktor agama itu terhambat. Inilah problem yang ada dan menjadi tantangan bagaimana semua mulai mengedukasi para perempuan ini," tutur Veronica Tan.

Ditambahkan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Prima Yosephine, sebagai upaya pencegahan lainnnya, pihak sejak 2016 sudah mengimplementasikan secara nasional vaksinasi HPV.

Di 2023, capaian imunisasi HPV 90 persen1,9 dari 2,1 Juta anak perempuan kelas 5 SD telah mendapatan Imunisasi HPV. 

Di 2025, dimulai pemberian imunisasi HPV satu dosis untuk anak perempuan usia kelas 5 SD, dan kejar usia kelas 6 SD dan 9 SMP.

"Imunisasi HPV dilakukan pada Anak Sekolah dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)," kata dr Prima.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas