Alasan Perempuan Indonesia Enggan Skrining Kanker Leher Rahim
Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia sering dikaitkan tingkat deteksi yang kurang atau tidak memadai.
Tayang:
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Willem Jonata
Tribunnews.com/ Rina Ayu
SKRINING KANKER - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (WamenPPPA) Veronica Tan mengungkapkan, dua alasan perempuan Indonesia enggan melakukan pemeriksaan atau skrining kanker leher rahim. Hal itu dia sampaikan saat memberikan keynote dalam acara MSD di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025).
"Ada faktor yang membuat rasa malu, rasa tidak boleh, faktor agama itu terhambat. Inilah problem yang ada dan menjadi tantangan bagaimana semua mulai mengedukasi para perempuan ini," tutur Veronica Tan.
Ditambahkan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Prima Yosephine, sebagai upaya pencegahan lainnnya, pihak sejak 2016 sudah mengimplementasikan secara nasional vaksinasi HPV.
Di 2023, capaian imunisasi HPV 90 persen1,9 dari 2,1 Juta anak perempuan kelas 5 SD telah mendapatan Imunisasi HPV.
Di 2025, dimulai pemberian imunisasi HPV satu dosis untuk anak perempuan usia kelas 5 SD, dan kejar usia kelas 6 SD dan 9 SMP.
"Imunisasi HPV dilakukan pada Anak Sekolah dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)," kata dr Prima.
Berita Populer
Berita Terkini