Dirut PT KAI: Tidak Ada Pegawai KAI Commuter yang Dipecat Gara-gara Tumbler Hilang
Keputusan pemecatan Argi picu gelombang protes baru dari warganet yang nilai tak adil jika seorang petugas harus hilang pekerjaan hanya karena tumbler
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
willy Widianto
Mengaku Dipecat
Atas insiden hilangnya tumbler milik penumpang itu, Argi pun mengaku dipecat dari pekerjaannya. Hal itu ia tulis dalam chat yang ia kirim ke suami Anita.
"Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhetikan) karna bapak/istri bapak posting di salah satu media sosial. Demi Allah pak bukan saya yang ambil Tumbler tersebut. Dampaknya sangat besar pak. Bapak sudah menghilangkan satu-satunya sumber pendapatan saya," tulis Argi.
Sementara itu, Argi juga membuat cuitan di Threads tentang kronologi versinya. Menurut Argi, saat itu dirinya sedang berjaga dan menerima tas tersebut dari security.
"Saya bawa barang tersebut ke ruangan PS dan ditaruh di meja, dan saya langsung balik ke gate dikarenakan masih ramai penumpang, malamnya sebelum saya selesai dinas, saya menyadari ternyata barang tsb sudah di dalam lemari putih yang terkunci," tulisnya.
Namun saat Anita mengambil tas itu, rupanya tumbler tersebut sudah tidak ada di dalamnya.Argi pun mencoba mengganti barang milik Anita yang hilang.
"Saya mencoba cari jalan tengah dengan menawarkan untung mengganti kehilangan barang tsb, tetapi penumpang tsb bersikeras untuk ingin barang tsb ada, dan penumpang tsb melanjutkan perjalanannya naik KRL," tulisnya.
Ia juga menyertakan bukti chat bersama suami Anita.Argi mengatakan kalau dirinya akan mengganti tumbler tersebut.
Baca juga: LocknLock Hadirkan Campaign ‘True Taste, Nothing Else’ untuk Metro Cafe Ceramic Tumbler
Unggahannya kemudian menyebar luas, memicu simpati sekaligus kontroversi, hingga membuat banyak warganet menyalahkan pihak KAI tanpa mempertimbangkan kelalaian Anita sendiri.
Tragisnya, kasus ini berujung pada pemecatan petugas KAI bernama Argi, yang dianggap bertanggung jawab dalam proses penanganan laporan kehilangan tersebut.
Keputusan pemecatan Argi memicu gelombang protes baru dari warganet yang menilai tidak adil jika seorang petugas harus kehilangan pekerjaan hanya karena kelalaian penumpang terhadap barangnya sendiri.
Hal ini kemudian memicu reaksi keras dari warganet yang justru balik menghujat penumpang yang memviralkan kasus tersebut karena dianggap berlebihan dan menyebabkan hilangnya pekerjaan petugas.
Baca tanpa iklan