Bencana Banjir dan Longsor di Sumut Hingga Aceh, Menko Cak Imin: Ini Bulan Bencana
Cak Imin menyoroti rangkaian bencana di Sumatera hingga Aceh dan menegaskan bahwa Indonesia berada pada posisi geografis yang penuh kerawanan.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Cak Imin mengingatkan posisi Indonesia di pegunungan, di lempengan gempa, di daerah-daerah rawan bencana memang luar biasa besar jumlahnya
- Cak Imin memastikan pemerintah pusat dan daerah telah menjalankan tahapan penanganan sesuai prosedur
- Berdasarkan data BNPB, hingga November 2025 telah terjadi lebih dari 2.900 kejadian bencana di Indonesia, didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem
TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Menteri Koordinator Bidang Perlindungan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana yang terjadi di berbagai daerah.
Cak Imin menyoroti rangkaian bencana yang melanda wilayah Sumatera hingga Aceh dan menegaskan bahwa Indonesia berada pada posisi geografis yang penuh kerawanan.
“Kita juga ingin agar Perlindungan Sosial Adaptif itu juga mendorong keterlibatan masyarakat. Masyarakat harus proaktif juga. Ini bulan-bulan bencana memang, di Sumatera, di Jawa, di Kalimantan, di Papua, ini musibah terus-terus terjadi akibat lingkungan kita," kata Cak Imin di Desa Sukarame, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: DMI Serukan Masjid-masjid di Aceh, Sumut & Sumbar Jadi Shelter Pengungsi Korban Banjir
Cak Imin mengingatkan posisi Indonesia di pegunungan, di lempengan gempa, di daerah-daerah rawan bencana memang luar biasa besar jumlahnya.
Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bahwa kesadaran dan antisipasi masyarakat menjadi aspek penting dalam meminimalkan dampak bencana.
"Tapi saya berharap dari tempat ini menyadarkan kita semua, sudah tahu rawan bencana mestinya kita harus antisipasi bencana dengan tepat," kata Cak Imin.
Terkait penanganan bencana di berbagai daerah, ia memastikan pemerintah pusat dan daerah telah menjalankan tahapan penanganan sesuai prosedur.
Pemerintah, kata Cak Imin, telah mengerahkan seluruh pihak untuk memberikan bantuan.
"Ya, ada banyak pihak ya. Yang pertama, tanggap darurat selesai. Itu dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, kemudian infrastruktur, PU, dan berbagai kaitannya dengan pemerintah daerah," jelasnya.
Pemerintah, kata Cak Imin, akan melanjutkan proses penanganan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jadi ada tahapan-tahapan yang sudah dilalui dan akan dilalui, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.
Baca juga: Jumlah Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 34 Orang Tewas, 52 Lainnya Hilang
Pemerintah, kata Cak Imin, memberikan bantuan dengan skema Perlindungan Sosial (Perlinsos) Adaptif ke korban bencana.
Cak Imin mengatakan perlinsos adaptif ini untuk mencegah kemiskinan ekstrem akibat bencana.
"Jadi perlindungan sosial adaptif ini di samping menanggulangi kemiskinan, kita mengurangi jatuh miskin baru," kata Cak Imin.
Berdasarkan data BNPB, hingga November 2025 telah terjadi lebih dari 2.900 kejadian bencana di Indonesia, didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Baca tanpa iklan