Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir di Sumbar, Sumut, dan Aceh: Seskab Teddy Tegaskan Bantuan Dikirim hingga ke Daerah Terdalam

Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, semua bantuan dipastikan akan dikirim hingga lokasi-lokasi terpencil.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Banjir di Sumbar, Sumut, dan Aceh: Seskab Teddy Tegaskan Bantuan Dikirim hingga ke Daerah Terdalam
Tangkap layar YouTube KompasTV
BANTUAN KE SUMATERA - Dalam foto: Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat berbicara kepada awak media di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (28/11/2025). Teddy memberikan keterangan mengenai pengiriman bantuan untuk tiga provinsi di Pulau Sumatera yang saat ini dilanda banjir bandang, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada pekan terakhir November 2025: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
  • Akibat banjir, puluhan orang meninggal dunia.
  • Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap, pemerintah kembali mengirimkan bantuan dengan empat unit pesawat pada Jumat (28/11/2025) pagi.

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan mengenai pengiriman bantuan untuk tiga provinsi di Pulau Sumatera yang saat ini dilanda banjir bandang, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Sebagai informasi, banjir bandang dan tanah longsor melanda ketiga provinsi tersebut setelah hujan lebat turun dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menetapkan status tanggap darurat di wilayahnya, Kamis (27/11/2025) setelah sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut terendam banjir dan longsor.

Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Di hari yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menetapkan status darurat bencana, sedangkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan 13 kabupaten/kota di wilayahnya berstatus darurat bencana.

Terkait serangkaian bencana di ketiga provinsi tersebut, Seskab Teddy menyebut, sudah ada empat pesawat yang mengangkut bantuan diberangkatkan pada Jumat (28/11/2025) pagi ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu pesawat yang digunakan merupakan pesawat angkut strategis A400M buatan Airbus, yang baru tiba di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11/2025) setelah dibeli melalui kontrak pengadaan pada November 2021 silam.

Keempat pesawat tersebut berangkat sesuai instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (27/11/2025) malam.

"Pagi ini, sekitar pukul 07.30 pagi telah diberangkatkan atas instruksi Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan empat pesawat; tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air, untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana," kata Tedddy, kepada awak media di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat.

Teddy lantas menjelaskan, ketiga pesawat tersebut akan bertolak ke Padang, Tapanuli, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

"Jadi, akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, tepatnya Bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara karena merupakan bandara terdekat dengan lokasi terdampak," ujarnya.

Baca juga: Banjir Sumut 34 Orang Meninggal, Kemendagri–BNPB Dirikan Posko Nasional di Tapanuli Utara

Soal pesawat angkut, Teddy juga menyebut, pemerintah pusat bekerja sama dengan TNI dan maskapai sipil.

"Dari sisi pesawat TNI dengan pesawat maskapai sipil untuk mengangkut kebutuhan, yang kebutuhannya disesuaikan dengan yang dibutuhkan di sana," tuturnya.

Seskab Teddy memaparkan jenis bantuan utama yang dikirim berupa tenda pengungsi, perahu karet, genset, alat komunikasi, bahan makanan siap saji, serta tim medis dan obat-obatan.

"Hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan, yakni tenda sebanyak 150 unit, kemudian 64 perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, genset (alat bantu listrik), sekitar 100 alat komunikasi untuk sinyal dan komunikasi bisa dimulai kembali, bahan makanan siap saji, tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan RI (dokter, perawat, dan bantuan obat-obatan)," jelas Teddy.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas