Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir dan Longsor yang Melanda Sumatera Diharapkan Jadi Pembelajaran Mitigasi Nasional

Abdul Razak Nasution pun mengatakan, bahwa pentingnya kesadaran seluruh lapisan bangsa dalam menjaga lingkungan. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Banjir dan Longsor yang Melanda Sumatera Diharapkan Jadi Pembelajaran Mitigasi Nasional
/Gatha Ginting
BANJIR - Tim penyelamat dan warga desa bekerja sama membersihkan lumpur pascabanjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia, 28 November 2025. Selain curah hujan yang tinggi, faktor kerusahan alam dan lingkungan akibat dugaan pembalakan liar menyadi penyebab terjadinya musibah di Pulau Sumatera itu. 

Dalam keterangannya, sebanyak 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang dan 12 luka-luka akibat bencana ini.

Adapun dampak dari bencana yang terjadi di Sumatra Utara, hingga saat ini terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang. 

Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Pakpak Barat 2 orang. Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ungkap Suharyanto.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas