Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waspada Ancaman ISPA pada Anak Usai Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Anak di bawah lima tahun adalah kelompok dengan risiko tertinggi, bahkan 2–4 kali lipat lebih besar untuk terinfeksi ISPA.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Waspada Ancaman ISPA pada Anak Usai Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
HO/IST/Instagram.com/prabowo
PENGUNGSI BANJIR - Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 1 Desember 2025. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai muncul di berbagai lokasi pengungsian pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. 

Akses layanan kesehatan yang terbatas membuat batuk pilek ringan tidak tertangani cepat, sehingga berpotensi berkembang menjadi ISPA berat.

Baca juga: Muzani Ungkap Alasan Prabowo Tak Kunjung Tetapkan Banjir Sumatra Bencana Nasional

Mengapa Kasus Diare atau Penyakit Kulit Tidak Langsung Meningkat?

Menurut Dicky, penyakit pencernaan memiliki masa inkubasi lebih panjang. 

Jika distribusi air bersih dan fasilitas sanitasi darurat cepat tersedia, lonjakan kasus bisa tertahan.

Sementara penyakit kulit lebih dipengaruhi paparan air banjir berkepanjangan. 

Namun, banyak anak segera dievakuasi sehingga paparan lebih pendek, dan fasilitas mandi darurat di sebagian lokasi membantu menekan kasus.

Kelompok Usia Balita Paling Rentan

Dicky menekankan bahwa anak di bawah lima tahun adalah kelompok dengan risiko tertinggi, bahkan 2–4 kali lipat lebih besar untuk terinfeksi ISPA dalam kondisi pengungsian yang padat dan lembap.

“Anak usia kurang dari 5 tahun itu kelompok paling rentan, dan risiko meningkat 2–4 kali lipat di lingkungan pengungsian yang padat dan lembab,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Melihat situasi ini, Dicky menilai intervensi cepat harus menjadi prioritas, terutama selama masa kritis pascabencana.

Ia merekomendasikan beberapa langkah yang perlu segera dilakukan:

-Memperbaiki ventilasi di posko

-Mengurangi kepadatan tenda pengungsian

-Membuat zonasi ruang tidur anak

-Menyediakan masker untuk anak-anak

-Pemantauan harian gejala ISPA di posko

-Edukasi batuk bersih dan kebersihan tangan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas