Pamit Kerja TKI Ternyata Jadi Buron Interpol, Dewi Astutik Pakai Identitas Palsu, Punya Nama Samaran
Gembong narkoba asal Ponorogo, Dewi Astutik, pamit bekerja jadi TKI, justru masuk DPO Interpol.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Nuryanti
"Kalau foto dan alamat yang beredar itu kenalnya adalah PA, memang warga sini. Tapi, kalau nama Dewi Astutik, kita tidak kenal," ujar Sri.
Terpisah, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan Dewi sengaja menggunakan identitas palsu untuk menyamarkan nama aslinya.
"Kami sudah ke lokasi. Dewi Astutik itu sesuai KTP merupakan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tetapi nama aslinya bukan Dewi Astutik," ungkap Andin, Rabu (28/5/2025), dilansir Kompas.com.
"Ibu itu (Dewi Astutik) memang KTP-nya Ponorogo. Identitas yang pertama dipalsukan, punya keluarganya. Orang situ (Ponorogo), tapi kartunya (KTP) dipalsukan," imbuhnya.
Justru Jadi Buron Interpol
Lama bekerja sebagai TKI, Dewi Astutik justru masuk daftar pencarian orang (DPO) Interpol sejak 2024.
Namanya pertama kali terendus ketika BNN berhasil membongkar peredaran heroin seberat 2,76 kilogram di Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga: Sosok Dewi Astutik, Wanita Ponorogo Otak Penyelundupan Sabu 2 Ton, Diduga Palsukan Identitas
Heroin itu diamankan dari seorang pria berinisial ZM pada 24 September 2024, ketika baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Bandara.
ZM sendiri diketahui menumpang pesawat dari Singapura.
Saat pemeriksaan, ZM mengaku heroin yang dibawanya akan diserahkan kepada SS.
BNN lantas bergerak menangkap SS dan didapati nama pelaku lain, yakni AH.
Ternyata, AH adalah orang yang memerintahkan ZM dan SS untuk mengambil heroin dari Dewi di Kamboja.
Berdasarkan petunjuk itu, BNN akhirnya mengamankan AH di Medan, Sumatra Utara.
Nama Dewi Astutik kembali muncul ketika BNN bersama Bea Cukai dan TNI AL mengamankan dua ton sabu dari kapal MT. Sea Dragon Tarawa di Kepulauan Riau pada 22 Mei 2025.
Empat awak kapal yang berstatus warga negara Indonesia (WNI), diketahui terkait dengan Dewi.
Peran Dewi Astutik
Bukan orang biasa, Dewi Astutik memegang peranan penting dalam jaringan peredaran narkoba di wilayah Asia dan Afrika.
Baca tanpa iklan