Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik Ijazah Palsu, Faizal Assegaf: Yang Pantas Mediasi Bukan Roy Suryo Cs, tapi Jokowi & Megawati

Kritikus politik menyarankan Jokowi dan Megawati seharusnya melakukan mediasi terkait dengan polemik ijazah palsu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Nuryanti
zoom-in Polemik Ijazah Palsu, Faizal Assegaf: Yang Pantas Mediasi Bukan Roy Suryo Cs, tapi Jokowi & Megawati
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
JOKOWI MEGAWATI MEDIASI - Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Tangerang, Banten, Sabtu (16/12/2017). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Kritikus politik Faizal Assegaf menilai bahwa proses mediasi terkait polemik ijazah seharusnya dilakukan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), bukan Roy Suryo dan kawan-kawan.

Menurut Faizal, Megawati merupakan pengguna dari ijazah Jokowi untuk kebutuhan kontestasi politik.

Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui perundingan antara para pihak dengan bantuan pihak ketiga yang netral, disebut mediator, yang tidak memiliki kewenangan untuk memutus atau memaksakan penyelesaian.

Jokowi adalah mantan kader PDIP yang pernah menjadi Wali Kota Surakarta, Gubernur Jawa Tengah, dan Presiden RI.

Faizal menyebut Jokowi dan Megawati bertanggungjawab atas polemik ijazah ini.

"Kalau mediasi dinaikkan pada level penyelesaian masalah ijazah palsu, mohon maaf sekali yang pantas mediasi itu bukan Bung Roy Suryo dan kawan-kawan, tapi antara Ibu Megawati dengan Pak Jokowi," kata Faizal, dikutip dari tayangan Indonesia Lawyers Club, Kamis (4/12/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

"Kenapa? Karena Pak Jokowi pemilik ijazah, sementara penggunanya adalah Ibu Megawati selaku ketua umum PDIP," sambungnya.

Baca juga: Profil Prof. Ciek Julyati Hisyam, Sosiolog Hukum UNJ yang Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Faizal Assegaf mengatakan bahwa penggunaan ijazah yang diduga palsu itu berlangsung sejak PDIP mencalonkan Jokowi sebagai wali kota Solo (2005-2010 dan 2010-2012), Gubernur DKI Jakarta (2012), dan Presiden RI (2014-2019 dan 2019-2024).

"Kalau mediasi di antara kedua tokoh diletakkan pada problem kearsipan, saya kira lebih pantas," ujarnya.

"Tapi kalau mediasi dalam konteks misal ditolak oleh Bang Roy, Khozinudin dan kawan-kawan dengan Jokowi itu sudah bagus," lanjutnya.

Faizal berpandangan bahwa Roy Suryo seharusnya mediasi dengan Andi Azwan, relawan Jokowi, karena selama ini mereka berdebat tentang keaslian ijazah Jokowi.

Sementara itu, dalam masalah kearsipan negara, yang seharusnya mediasi yaitu Megawati dengan Jokowi.

"Pengguna dan pemilik, misal Ibu Megawati selaku ketua umum PDIP dan calon presiden Pak Jokowi," ujar Faizal.

Sudah Sampaikan Usulan

Faizal mengaku sudah mengusulkan hal tersebut kepada Komite Reformasi Polri pada saat audiensi.

Menurut Faizal, Ketua Komite Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie langsung menemui Megawati setelah dirinya mengusulkan itu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas