LAN Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Pengembangan Kompetensi ASN
Upaya membentuk birokrasi unggul kembali ditekankan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Ringkasan Berita:
- LAN menegaskan pentingnya transformasi pengembangan kompetensi ASN dari pendekatan egosystem antar-instansi menuju ecosystem terintegrasi.
- National Future Learning Forum (NFLF) 2025 menjadi momentum penyatuan langkah lintas kementerian, lembaga, daerah, akademisi, dan swasta, termasuk dalam integrasi platform belajar nasional.
- LAN memberikan sejumlah penghargaan kepada pemimpin, ASN, lembaga pelatihan, Corpu, dan mitra strategis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya membentuk birokrasi unggul kembali ditekankan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Tantangan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini terkotak dalam sekat instansi, kini didorong menuju sistem ecosytem yang terintegrasi lintas sektor.
Hal ini ditegaskan Kepala LAN, Muhammad Taufiq Dea, saat membuka National Future Learning Forum (NFLF) 2025 di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta.
Di hadapan peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga mitra swasta, Taufiq menyoroti bahwa program pembelajaran ASN belum sepenuhnya terintegrasi dengan arah strategis nasional dan masih berjalan sendiri-sendiri di tiap instansi.
“Dengan penguatan kompetensi ASN secara berkesinambungan memastikan setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan sasaran strategis nasional dapat tercapai," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).
Menurut Taufiq, pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan egosystem atau pengembangan berbasis instansi masing-masing.
Perubahan paradigma menuju ecosystem multipihak menjadi kunci.
“Pemerintahan modern tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, pengembangan kompetensi ASN harus dibangun dalam sistem yang saling terhubung, memanfaatkan sumber daya bersama, dan menghasilkan dampak yang terukur bagi kinerja pemerintahan,” ujarnya.
LAN memastikan transformasi ini akan diperkuat melalui integrasi platform pembelajaran nasional, kurikulum berbasis kebutuhan riil, serta perluasan jejaring sinergi strategis agar ASN lebih responsif dan berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Menteri PAN RB, Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto mengapresiasi langkah LAN membangun ekosistem pembelajaran ASN.
“Dan untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja dibutuhkan komitmen bersama, dan forum ini menjadi upaya dalam menyatukan langkah bersama serta memastikan bahwa pembelajaran ASN dapat memberikan dampak pada pelayanan publik" tandasnya.
Purwadi juga mencontohkan implementasi kolaborasi dalam penguatan pembelajaran ASN, mulai dari kemitraan teknologi dengan swasta, kerja sama media dan akademisi dalam penyediaan konten edukasi, hingga keterlibatan publik sebagai pemberi umpan balik.
NFLF 2025 juga menjadi ajang pemberian apresiasi bagi pihak yang berkontribusi dalam pengembangan kompetensi aparatur.
Penghargaan Transformational Leader diberikan antara lain kepada Agus Andrianto, Rini Widyantini, Saifullah Yusuf, Burhanuddin, Khofifah Indar Parawansa, Amalia Adininggar, dan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.
LAN juga menganugerahkan ASN Corporate University (Corpu) Berdampak, Lembaga Pelatihan Berprestasi, Widyaiswara Berprestasi, Analis Kebijakan, hingga Mahasiswa Berprestasi dari Politeknik STIA LAN Jakarta, Bandung, dan Makassar.
Baca juga: Memperkuat Kolaborasi, LAN Inisiasi Asosiasi Pengembangan Kompetensi ASN
Deretan institusi pemerintah, BUMN, kampus, hingga sektor swasta turut menerima penghargaan kategori Mitra Strategis, mulai dari BKN hingga Microsoft Indonesia.
Baca tanpa iklan