Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi V DPR Minta Pemerintah Pusat Tak Perlu Malu Minta Bantuan Tangani Banjir Sumatera

Pemerintahan RI belum memerlukan bantuan dari negara lain untuk membantu pemulihan bencana banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Komisi V DPR Minta Pemerintah Pusat Tak Perlu Malu Minta Bantuan Tangani Banjir Sumatera
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 

Dengan begitu, Sugiono menegaskan hingga hari ini pemerintah belum membuka donasi atau permohonan bantuan apapun dari negara sahabat.

"Saat ini kita belum membuka," kata Sugiono.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra tersebut menyatakan, ada beberapa negara yang menaruh simpati terhadap bencana banjir bandang di Sumatra.

Bahkan, sebagian dari negara sahabat juga menawarkan bantuan apabila memang di kemudahan hari dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia.

"Kita juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kita yakin kita bisa mengatasi masalah ini," tandas dia.

Dampak banjir Sumatera

Tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.

Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan.

Rekomendasi Untuk Anda

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera.

Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 147 ribu rumah rusak dan 52 kabupaten/kota terdampak.

BNPB mencatat korban tewas paling banyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total 172 jiwa.

Sementara itu, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 304 ribu orang.

Jumlah korban tewas, hilang, dan pengungsi diperkirakan masih bertambah seiring proses evakuasi serta pembersihan material banjir bandang dan longsor.

Sejumlah ruas jalan  masih terputus, sementara aliran listrik dan komunikasi belum sepenuhnya normal.

Rumah ibadah, sekolah dan sejumlah kampus perguruan  tinggi juga terdampak.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas