Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Menkomdigi Update Pemulihan Jaringan Internet Banjir Sumatera, Sebagian Sumut & Sumbar Mulai Membaik

Sebagian jaringan internet di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah mulai membaik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menkomdigi Update Pemulihan Jaringan Internet Banjir Sumatera, Sebagian Sumut & Sumbar Mulai Membaik
/Andri Mardiansyah
BANJIR DAN LONGSOR - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menyampaikan update terkini soal upaya pemulihan jaringan internet di wilayah terdampak banjir bandang Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Foto warga berjalan melewati banjir setelah hujan deras melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia, 24 November 2025. (Photo by Andri Mardiansyah/Xinhua) 
Ringkasan Berita:
  • Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan pemulihan jaringan internet di wilayah terdampak banjir sebagian wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah mulai membaik.
  • Angka pemulihan jaringan internet sudah berada di atas angka 90 persen.
  • Aceh menjadi wilayah yang paling serius mengalami gangguan jaringan internet pasca banjir bandang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menyampaikan update terkini soal upaya pemulihan jaringan internet di wilayah terdampak banjir bandang Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Kata Meutya Hafid, saat ini sebagian wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah mulai membaik.

Setidaknya angka pemulihan jaringan internet sudah berada di atas angka 90 persen.

Baca juga: Pulihkan Layanan Internet, Polri Kirim 8 Perangkat Starlink ke Lokasi Bencana di Sumatera

"Sumatera Utara (tersisa) 5,74 persen artinya kurang lebih 95 persen sudah pulih, kemudian Sumbar 2,81 yang masih terdampak artinya kurang lebih 97,98 persen sudah pulih," kata Meutya saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Aceh kata Meutya, menjadi wilayah yang paling serius mengalami gangguan jaringan internet pasca banjir bandang akhir November 2025 kemarin.

Dia bahkan menyebut, dari seluruh kawasan Aceh yang mengalami bencana banjir bandang ada sekitar 60 persen lebih daerahnya masih terdampak putusnya jaringan internet.

 

Rekomendasi Untuk Anda

 

"Kita masih punya PR di Aceh, yaitu 60,72 persen masih terdampak. Ini dikarenakan power, jadi insyaallah nanti listrik sudah masuk, angka ini kita hasil berbicara dengan para operator seluler meyakini bisa up sampai dengan 75 persen ketika listrik sudah masuk," ucap dia.

Politikus Partai Golkar itu lantas menyatakan, setidaknya ada dua upaya pemerintah dalam memperbaiki kembali jaringan internet di Aceh.

Adapun upaya yang pertama yakni melalui perbaikan para Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler, dan kedua melalui akses internet Bakti milik pemerintah.

"Ada dua konektifitas, yang pertama melalui operator seluler yang kedua melalui akses internet Bakti, yang juga terdampak untuk Bakti dari 602 lokasi BTS, 413 berhasil dipulihkan artinya sudah lebih dari 60 persen, jadi ini tetap masih ada PR memang yang paling banyak (lumpuh) itu di Aceh," tandas dia.

76 Unit Jaringan Internet Starlink

Sementara itu dari Polri, telah menempatkan 76 unit jaringan internet di wilayah terdampak banjir per 6 Desember 2025. 

Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan jaringan komunikasi sementara.

Pemasangan unit jaringan internet itu, di antaranya dilakukan di Aceh sebanyak 36 unit, kemudian sebanyak 32 unit di Sumut, dan Sumbar 8 titik.

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, menjelaskan layanan Starlink untuk masyarakat itu, diberikan 100 persen gratis, tanpa pungutan dalam bentuk apapun.

Akses internet ini, juga membantu mempercepat penyampaian informasi lapangan kepada pemerintah dan tim penanganan bencana.

"Begitu Starlink menyala, warga dapat langsung mengabarkan kondisi mereka. Informasi yang cepat dan akurat sangat menentukan langkah penanganan darurat."

"Karena itu, pemasangan Starlink kami prioritaskan di titik-titik yang gelap sinyal," kata Sandi dalam keterangannya Sabtu (6/12/2025), dikutip dari situs Polri.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas