Penyebab Banjir Sumatera Lebih Parah Dibandingkan Thailand dan Malaysia
Namun Indonesia menghadapi jumlah korban jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangganya.
Editor:
Hasanudin Aco
AKIBAT SIKLON SENYAR
Siklon Senyar terbentuk di utara Selat Malaka, rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dari 2017 hingga bulan lalu.
Siklon seperti itu jarang terjadi di sepanjang khatulistiwa, tetapi perubahan iklim telah menghangatkan atmosfer di wilayah tersebut, yang menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi.
Kepala BMKG saat itu Dwikorita mengatakan siklon tersebut merupakan fenomena atmosfer atau alam yang bermula dari daerah bertekanan rendah.
Siklon ini bermula di Sumatra, Indonesia, pada 26 November.
"(Siklon) bergerak dari wilayah barat Sumatera Barat ke barat laut Sumatera Barat, lalu menuju Aceh dan kemudian Sumatera Utara. Siklon tersebut bergerak melalui darat," ujarnya.
Siklon biasanya tidak mendarat dan jika mendarat, kekuatannya akan melemah.
"Biasanya, jika siklon berada di laut dan masyarakat hanya terkena ekor siklon, maka mereka akan mengalami dampak tidak langsung yang tidak terlalu merusak berupa hujan lebat," kata Dwikorita.
Namun hal ini tidak terjadi pada Siklon Senyar.
"Ini terjadi di darat. Makanya dampaknya di darat juga dahsyat," ujarnya.
Dwikorita mengatakan bahwa daratan di Sumatera terbentuk oleh lempeng tektonik sehingga rentan terhadap tanah longsor dan banjir bandang.
Sementara Semenanjung Malaysia memiliki topografi yang lebih landai.
Itulah sebabnya jumlah korban tewas di Malaysia yang dilaporkan jauh lebih rendah.
Ia mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia terbentuk oleh lempeng tektonik sehingga jika terjadi siklon serupa di wilayah lain di nusantara, dampaknya bisa serupa.
DEFORESTASI DAN KONVERSI LAHAN