Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab Banjir Sumatera Lebih Parah Dibandingkan Thailand dan Malaysia

Namun Indonesia menghadapi jumlah korban jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangganya. 

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Penyebab Banjir Sumatera Lebih Parah Dibandingkan Thailand dan Malaysia
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 

AKIBAT SIKLON SENYAR

Siklon Senyar terbentuk di utara Selat Malaka, rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dari 2017 hingga bulan lalu.  

Siklon seperti itu jarang terjadi di sepanjang khatulistiwa, tetapi perubahan iklim telah menghangatkan atmosfer di wilayah tersebut, yang menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi. 

Kepala BMKG saat itu Dwikorita mengatakan siklon tersebut merupakan fenomena atmosfer atau alam yang bermula dari daerah bertekanan rendah.

Siklon ini bermula di Sumatra, Indonesia, pada 26 November. 

"(Siklon) bergerak dari wilayah barat Sumatera Barat ke barat laut Sumatera Barat, lalu menuju Aceh dan kemudian Sumatera Utara. Siklon tersebut bergerak melalui darat," ujarnya.

BANJIR THAILAND - Upaya militer Thailand mendistribusikan bantuan bagi korban banjir di wilayah Hat Yai pada Selasa (25/11/2025)
BANJIR THAILAND - Upaya militer Thailand mendistribusikan bantuan bagi korban banjir di wilayah Hat Yai pada Selasa (25/11/2025) (Thairath)

Siklon biasanya tidak mendarat dan jika mendarat, kekuatannya akan melemah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Biasanya, jika siklon berada di laut dan masyarakat hanya terkena ekor siklon, maka mereka akan mengalami dampak tidak langsung yang tidak terlalu merusak berupa hujan lebat," kata Dwikorita. 

Namun hal ini tidak terjadi pada Siklon Senyar.

"Ini terjadi di darat. Makanya dampaknya di darat juga dahsyat," ujarnya. 

Dwikorita mengatakan bahwa daratan di Sumatera terbentuk oleh lempeng tektonik sehingga rentan terhadap tanah longsor dan banjir bandang.

Sementara Semenanjung Malaysia memiliki topografi yang lebih landai.

Itulah sebabnya jumlah korban tewas di Malaysia yang dilaporkan jauh lebih rendah. 

Ia mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia terbentuk oleh lempeng tektonik sehingga jika terjadi siklon serupa di wilayah lain di nusantara, dampaknya bisa serupa.

DEFORESTASI DAN KONVERSI LAHAN

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas