Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab Banjir Sumatera Lebih Parah Dibandingkan Thailand dan Malaysia

Namun Indonesia menghadapi jumlah korban jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangganya. 

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Penyebab Banjir Sumatera Lebih Parah Dibandingkan Thailand dan Malaysia
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 

Ringkasan Berita:
  • Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina juga diterjang banjir akhir November lalu
  • Namun banjir di Sumatera Indonesia lebih parah dengan jumlah korban jiwa yang lebih besar
  • Sejumlah penyebabnya diuraikan secara lengkap dalam tulisan berikut ini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 tidak hanya melanda tiga provinsi di Sumatera Indonesia.

Banjir juga melanda sejumlah negara di Asia Tenggara tetangga Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Namun Indonesia menghadapi jumlah korban jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangganya. 

Hingga Minggu (7/12/2025), data BNPB mencatat jumlah korban banjir bandang di Sumatera menyebabkan 940 meninggal dunia,  276 orang hilang, dan sekitar 5.000 orang terluka.

Jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah mengingat skala bencana yang begitu luas.

Thailand dan Malaysia, yang juga terkena dampak Siklon Senyar, melaporkan jumlah korban tewas masing-masing sekitar 276 dan tiga orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun badai langka yang terbentuk di Selat Malaka sebagian besar telah berlalu, Indonesia masih berjuang keras mengatasi dampaknya.

Mengapa jumlah korban di Sumatera banyak?

Para ahli  mengatakan bahwa banyaknya jumlah korban banjir di Indonesia tidak dapat dijelaskan hanya oleh populasinya yang lebih besar yaitu lebih dari 280 juta jiwa.

Thailand memiliki populasi sekitar 71 juta jiwa.

Sementara jumlah penduduk Malaysia sekitar 34 juta jiwa. 

Namun ada beberapa faktor penyebabnya seperti penggundulan hutan, perencanaan tata ruang yang buruk, kesiapsiagaan bencana yang lemah, dan kerentanan geografis berkontribusi terhadap banjir dan diperparah oleh dampak perubahan iklim. 

“Indonesia sangat rentan terhadap tanah longsor dan banjir bandang, terutama karena kondisi tektonik dan geologisnya serta kondisi atmosfernya yang sangat labil,” kata Dwikorita Karnawati, pakar geologi lingkungan dan mitigasi bencana dari Universitas Gadjah Mada seperti dilansir CNA.

“Tanpa faktor eksternal sekalipun sudah rapuh, apalagi jika terjadi pembukaan lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak tepat.”

Indonesia terletak di pertemuan lempeng tektonik utama yang menjadikannya bagian dari "Cincin Api" rentan terhadap curah hujan tropis yang tinggi dan bencana alam.

Dan saat para analis memperingatkan bahwa perubahan iklim akan menyebabkan anomali cuaca yang lebih sering terjadi di tahun-tahun mendatang, mereka mengatakan pemerintah harusnya lebih siap dan mengedukasi masyarakat untuk menghindari ancaman bencana alam.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas