Anugerah Dewan Pers 2025, Jakob Oetama Dianugerahi Tokoh Pers Indonesia
Dewan Pers menyerahkan sebuah karya karikatur bergambar wajah Jakob Oetama sebagai simbol penghormatan atas kontribusinya bagi dunia pers nasional.
Editor:
Erik S
Dalam sambutannya, Rifky menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan Tribun Network yang terus memberikan pendampingan dalam proses hukum.
"Terima kasih juga kepada CEO Tribun Network Bang Dahlan, beserta Direktur Pemberitaan, yang mana hingga saat ini terus memberikan pendampingan proses hukum," tuturnya.
Sementara itu, penghargaan Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dianugerahkan kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla.
Ia dinilai berkontribusi besar dalam menjaga kemerdekaan pers serta berperan aktif sebagai tokoh perdamaian, termasuk dalam proses perdamaian di Aceh dan Poso.
Dewan Pers menilai sikap konsisten Jusuf Kalla dalam mendukung kebebasan pers dan penegakan Undang-Undang Pers sejalan dengan semangat reformasi dan penguatan demokrasi di Indonesia.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat mengatakan, penghargaan tersebut merupakan ajang apresiasi tertinggi yang didedikasikan bagi insan pers sebagai pilar keempat demokrasi bangsa.
"Saya ucapkan selamat yang sebesar-besarnya. Anda semua adalah inspirasi bagi kami dan juga sumber motivasi. Teruslah berkarya dan teruslah menjadi mata, telinga, serta hati nurani publik," kata Komaruddin dalam sambutannya.
Baca juga: Dewan Pers: Jurnalis Harus Perbaiki Diri Demi Kepercayaan Publik
Komaruddin menegaskan, Dewan Pers berkomitmen memastikan kebebasan pers tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik.
"Marilah kita jadikan momen ini sebagai penegasan kembali komitmen bersama kita untuk menjaga ekosistem pers yang sehat, adil, dan bermartabat," ujarnya.
Acara puncak ini turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mantan Menkominfo Sofyan Djalil, CEO Tribun Network sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi, serta mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Baca tanpa iklan