Banjir Sumatra, CELIOS Soroti Pemerintah yang Belum Mau Terima Bantuan Asing: Bentuk Arogansi
Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menyebut, sikap pemerintah yang belum mau terima bantuan asing adalah bentuk arogansi.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menyebut, sikap pemerintah yang belum mau menerima bantuan asing untuk bencana di Sumatra adalah bentuk arogansi.
- Menurut Media, bantuan asing sangat diperlukan oleh warga penyintas, sebab pemerintah daerah sudah tidak mampu, sedangkan pemerintah pusat belum mencukupi.
- Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, dan Ketua DPD RI Sultan Najamudin pun kompak soal belum membuka keran masuknya bantuan dari luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, menanggapi soal belum dibukanya keran bantuan asing yang resmi oleh pemerintah dalam penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Menurut Media, bantuan asing sangat diperlukan oleh warga penyintas bencana di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.
Sebab, pemerintah daerah (pemda) sudah tidak mampu, sedangkan pemerintah pusat masih belum mencukupi.
Hal ini disampaikan Media saat wawancara dalam program Teras Ekbis yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (11/12/2025).
"Bantuan internasional diminta oleh masyarakat Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat karena mereka tahu Pemda sudah enggak mampu lagi dan pusat juga enggak masuk," ujar Media
Media juga menyebut, anggaran dana penanganan bencana biasanya diambilkan dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun, menurutnya, dana tersebut masih kurang.
"Kalau dana siap pakai BNPB biasanya kan yang digunakan, Pak Purbaya bilang sudah Rp50 triliun gitu, ya. Maka pertanyaannya adalah, Rp50 triliun ini cukup nggak, untuk rehabilitasi pasca-bencana?" kata Media.
"Dan menurut saya, [Rp50 triliun] tidak cukup dengan total kerugian hari ini."
Media juga sepakat dengan sinyal permintaan bantuan luar negeri yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
Mualem diketahui sempat menyatakan, jika ada pihak asing yang akan memberi bantuan, tidak boleh dipersulit.
Baca juga: Prabowo Bilang Sawit Karunia Besar, di Tengah Bencana Banjir Bandang Sumatra, CELIOS: Nirempati
Kemudian, Media menyebut, datangnya bantuan asing akan memberikan kelegaan bagi para warga terdampak bencana yang saat ini hidup dalam keterbatasan.
"Kalau seandainya bantuan dari asing datang, terus kemudian kita tolak, kita persulit, makanya itu istilahnya Pak Gubernur, 'kan kita yang bodoh,'" tutur Media.
"Jadi, bantuan internasional saya kira, kalau seandainya bisa masuk ke Aceh, itu akan jadi oase mungkin bagi masyarakat Aceh."
Arogansi
Baca tanpa iklan