Bantah Karena Prabowo Datang, BNPB Jelaskan Kenapa Tenda Baru Dipasang di Aceh Tamiang
Selama dua pekan pengungsi Aceh Tamiang bertahan tanpa tenda resmi. BNPB klarifikasi, Prabowo hadir, janji percepat bantuan.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan kabar yang menyebut tenda pengungsi di Aceh Tamiang, Aceh, baru dipasang jelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto. BNPB menegaskan pemasangan dilakukan segera setelah akses jalan terbuka pasca banjir besar yang mengisolasi wilayah tersebut.
Sejak banjir bandang dan longsor melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025, warga terpaksa bertahan di pengungsian darurat dengan tenda seadanya dari terpal atau menumpang di rumah kerabat. Baru pada 11 Desember 2025, setelah jalur darat berhasil ditembus, BNPB bisa memasang tenda pengungsian utama.
Tenda bertuliskan BNPB banyak terpasang rapi di jembatan sungai Tamiang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Artinya, ada jeda sekitar dua pekan (±15 hari) di mana tenda resmi BNPB belum hadir di lokasi bencana. Kondisi ini memperburuk penderitaan warga yang kehilangan rumah, kesulitan air bersih, dan harus antre makanan dalam keadaan penuh lumpur.
Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Brigjen M. Arief Hidayat, menegaskan bahwa informasi yang beredar kurang tepat dan perlu diluruskan agar masyarakat memahami kondisi di lapangan secara utuh.
“Tenda BNPB dipasang segera setelah akses jalan ke Aceh Tamiang berhasil dibuka oleh petugas. Bukan karena kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Begitu jalur terbuka, tim langsung bergerak membawa perlengkapan dan tenda untuk warga,” kata Arief, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, terbukanya akses memang berdekatan dengan jadwal kunjungan Presiden sehingga muncul persepsi keliru.
Padahal, di lokasi bencana mana pun, penyaluran logistik termasuk pemasangan tenda selalu dilakukan setelah jalur distribusi terbuka.
Baca juga: Prabowo Minta Maaf Penanganan Bencana Banjir Sumatera Belum Maksimal
Data Dampak Banjir
BNPB mencatat hingga Jumat sore (12/12/2025):
- Korban meninggal dunia: 995 orang'
- Warga hilang: 226 orang
- Korban luka-luka: ratusan orang masih dirawat di posko kesehatan
- Jumlah pengungsi: 817.742 jiwa di seluruh Aceh, dengan lebih dari 449 ribu di Aceh Tamiang
- Rumah rusak: 157.800 unit
- Fasilitas kesehatan rusak: 219 unit
- Kerusakan infrastruktur: puluhan jembatan putus, akses jalan utama lumpuh
Jeritan Pengungsi
Di tenda-tenda pengungsian Aceh Tamiang, kehidupan warga masih serba terbatas.
Air bersih sulit didapat, makanan harus dibagi, dan antrean panjang menjadi rutinitas sehari-hari.
“Kami terpaksa minum air banjir, tidak ada bantuan. Ini seperti tsunami,” ujar seorang pengungsi Aceh Tamiang, dikutip dari Serambinews.com (2/12/2025).
Kondisi warga yang kehilangan harta benda juga terekam dalam laporan video terkini.
“Harta habis dibawa banjir, warga penuh lumpur antre makan,” demikian kesaksian Nada, konten kreator asal Aceh Tamiang yang juga korban banjir, sebagaimana dilaporkan Serambinews.com (6/12/2025).
Skala bencana ini bahkan disamakan dengan tsunami Aceh 2004.