Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan Asing, Datangkan Tim dari Cina, Dapat Donasi dari Malaysia
Gubernur Aceh menerima bantuan asing untuk penanganan banjir meski pemerintah pusat belum buka bantuan internasional.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Melainkan dari swasta yang memiliki keahlian evakuasi jenazah tertimbun lumpur.
"Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM (lembaga swadaya masyarakat)," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas bencana Sumatra mencapai 995 orang per hari ini, Sabtu (13/12/2025).
Untuk Provinsi Aceh, korban tewas terbanyak ada di Kabupaten Aceh Utara dengan 154 orang.
Disusul Kabupaten Aceh Tamiang 58 orang dan Kabupaten Aceh Timur 50 orang.
Baca juga: Tanpa Mobil Dinas, Gubernur Mualem Pilih Naik Mobil Bak Terbuka Bersama Tim Medis ke Aceh Tamiang
Dapat Donasi dari Malaysia
Gubernur Mualem juga menerima bantuan logistik dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia.
BSR merupakan tim penyelamat asal China yang sudah memiliki cabang di negara lain.
Ia sudah ada sejak 2007 silam. Sementara cabang BSR Malaysia diberikan izin berdiri pada Desember 2017.
BSR berfokus pada operasi penyelamatan darurat kesejahteraan publik non-pemerintah yang profesional dan independen.
BSR Malaysia sudah mengirimkan dua kali bantuan ke Aceh.
Logistik pertama tiba pada pada Sabtu (29/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Dikutip acehprov.go.id, sebanyak 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.
Bantuan ini menjadi pengiriman medis internasional pertama yang berhasil masuk ke Aceh pasca-bencana Siklon Senyar, yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Aceh.
Logistik tahap kedua tiba pada Rabu (10/12/2025) kemarin.
Mereka membawa bantuan total 3 ton itu terdiri dari 2 ton obat-obatan, dan 1 ton makanan.