Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bencana Banjir Bandang Sumatra, Prabowo Sebut Warga Tegar dan Bakal Tertibkan Pembalakan Liar

Prabowo menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bencana Banjir Bandang Sumatra, Prabowo Sebut Warga Tegar dan Bakal Tertibkan Pembalakan Liar
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
BANJIR BANDANG SUMATRA - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto berbicara kepada awak media setelah meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Medan, Sumatra Utara pada Sabtu (13/12/2025). Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah Indonesia akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. 

"Tapi, jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap ya. Saya sudah katakan berkali-kali saya tidak punya tongkat Nabi Musa tapi semua bekerja keras," pungkasnya.

UPDATE DATA BENCANA SUMATRA 2025

Tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang disebabkan hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (24/11/2025).

Puncak intensitas tinggi hujan terjadi pada Selasa hingga Kamis (25-27/11/2025).

Peristiwa ini pun menyebabkan ratusan orang meninggal dunia maupun dilaporkan hilang, serta ribuan orang lainnya luka-luka.

Menurut data dari dashboard Update Bencana Sumatra 2025 di laman resmi BNPB, sejauh ini ada 1.005 orang meninggal dunia dan 217 orang dilaporkan hilang, dikutip Sabtu (13/12/2025) sore pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, sekitar 5.400 orang mengalami luka-luka.

Rekomendasi Untuk Anda

Di 52 kabupaten terdampak, tercatat setidaknya kerusakan baik berat maupun ringan menimpa 158.000 rumah, 1.200 fasilitas umum, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, dan 219 fasilitas kesehatan.

Terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dipicu oleh deforestasi dan Siklon Tropis Senyar yang saling berkaitan.

Munculnya siklon tropis di area Khatulistiwa diduga kuat dipicu oleh pemanasan global dan krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil sehingga suhu global Bumi naik.

Selain itu, banjir bandang dan tanah longsor terjadi karena faktor manusia, yakni maraknya deforestasi atau penggundulan hutan untuk tambang maupun perkebunan, serta kerusakan tata ruang (penyempitan dan pendangkalan Daerah Aliran Sungai atau DAS), hingga rusaknya ekosistem.

Salah satu indikasi terjelas adalah anomali pada arus air banjir bandang di Sumatra, yang tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga ribuan meter kubik kayu gelondongan, beraneka ukuran dan terlihat terpotong rapi dengan kulit sudah dikupas, sampai menumpuk di berbagai titik.

Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga. Gelondongan kayu teronggok di rumah-rumah warga maupun bangunan.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan, gelondongan kayu juga terbawa arus banjir di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Di sisi lain, tumpukan kayu gelondongan juga terlihat memenuhi area muara sungai dan bibir pantai di Kota Padang.

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas