5 Fakta Aceh Minta Bantuan 2 Lembaga PBB: Bantahan Mualem, DPR Beda Sikap hingga Kata Mendagri
Sejumlah pihak menanggapi soal Aceh minta bantuan penanganan bencana banjir kepada dua lembaga PBB.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Nuryanti
"Tidak usah dijadikan perdebatan, yang penting satu nyawa lagi bisa tertolong adalah keharusan," ucap Dede, Selasa.
Menurut Dede, kondisi medan yang sulit kerap menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan.
"Artinya, Pemda pasti berusaha semaksimal mungkin mendapat bantuan dari mana saja," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Ia menegaskan, bantuan harus dipandang sebagai upaya pertolongan mencegah korban lebih banyak.
"Kita yakinkan juga bahwa pemerintah dan presiden sudah melakukan upaya maksimal menangani kondisi. Negara lain pun juga sudah menawarkan bantuan," tegas Dede.
4. Mendagri akan pelajari
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengaku belum mengetahui soa Aceh meminta bantuan kepada lembaga PBB.
Baca juga: 4 Alasan Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional Menurut Mendagri, Singgung Pandangan Internasional
Karena itu, Tito mengatakan akan mempelajarinya lebih dulu.
"Saya belum tahu bentuk bantuannya seperti apa," kata dia, Selasa, dikutip dari Kompas.com.
"Nanti kita pelajari," lanjutnya singkat.
5. Respons PBB
Sebelumnya, PBB melalui keterangan resminya yang diterima Tribunnews.com pada Senin (15/12/2025), mengatakan pihaknya terus memantau situasi penanganan bencana di Sumatra, secara seksama.
PBB juga mengatakan pihaknya tetap terlibat aktif dengan pemerintah Indonesia.
"Di lapangan sendiri, PBB telah mendukung upaya pemerintah melalui bantuan teknis sesuai dengan mandat program-program yang tengah berlangsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat serta bantuan di tingkat nasional melalui kementerian terkait."
"PBB siap untuk memperkuat dukungan tersebut dengan terus bekerja sama secara erat dengan pemerintah," tulis PBB.
Sementara itu, UNDP Indonesia juga telah menerima permintaan resmi dari Aceh pada Minggu (14/12/2025).
Saat ini, UNDP tengah melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan terbaik yang dapat diberikan kepada pihak-pihak nasional yang terlibat dalam penanganan, serta masyarakat yang terdampak seiring dengan mandat UNDP mengenai pemulihan dini (early recovery).
Baca tanpa iklan