Said Abdullah: Suksesi Serentak PDI Perjuangan Se-Jatim di Forum Konferda
PDI Perjuangan se-Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (Konfercab) PDI Perjuangan se Jawa Timur.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar Konferda dan Konfercab serentak pada 20–21 Desember 2025 di Surabaya.
- Agenda utama konferensi juga menetapkan program strategis partai.
- PDI Perjuangan Jatim menyiapkan terobosan ekonomi anak muda.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan se-Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (Konfercab) PDI Perjuangan se Jawa Timur pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah mengatakan Konferda dan Konfercab serentak ini sebagai mekanisme PDI Perjuangan untuk mengakhiri kepengurusan sebelumnya, sekaligus sebagai ruang suksesi untuk memilih kepemimpinan selanjutnya.
Dia pun menjelaskan, PDI Perjuangan bakal menggunakan mekanisme demokrasi dua arah, yakni usulan ranting, anak cabang, cabang, dan daerah untuk unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dikombinasikan dengan kewenangan DPP PDI Perjuangan.
“Memilih dan menentukan Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC dan DPD, dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Said menyebut Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Se Jawa Timur juga akan menentukan program strategis partai.
Apalagi, Jawa Timur sebagai kawasan strategis dengan populasi lebih dari 40 juta, dan 70 persen diantaranya di usia produktif.
“Potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi beban demografi,” ujarnya.
Ketua Banggar DPR RI ini menambahkan, kunci sukses membangun Jatim ada di pendidikan harus lebih inklusif.
“Kita tidak boleh berpuas diri, dengan pencapaian angka partisipasi murni SMA di Jatim yang mencapai 96 persen, sebab lulusan SMA belum memiliki skil profesional,” kata dia.
Said mengatakan anak-anak muda, dari Gen Z dan Gen Alpha kelak harus terakses dengan pendidikan tinggi, tanpa terbebani uang kuliah yang mahal.
Maka, PDI Perjuangan se Jatim terus mendorong melalui DPRD dan Kepala Daerah bisa memberikan dukungan uang kuliah agar mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi, baik melalui APBD, dan kerjasama dengan badan usaha.
Sejalan dengan hal itu, dari tenaga yang terampil paska perguruan tinggi, PDI Perjuangan Jawa Timur akan menginisiasi terbentuknya Youth Venture Fund (YVF).
“YVF menargetkan 50.000 startup baru generasi muda hingga 2030 untuk memperluas akses modal tanpa jaminan fisik dan mempercepat kemandirian ekonomi,” ungkap Said.
Kemudian, agenda tersebut akan kombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, dan produk budaya berbasis inovasi dengan perlindungan IP, pengembangan T-shaped skills, transformasi produk budaya menjadi ekspor digital, dan branding agar lima produk budaya menembus pasar internasional pada 2030.
“Kami yakin dengan kekuatan Gen Z dan Alpha sebagai digital native generation, program ini akan mewadahi ruang kreatif mereka,” tambahnya.
Baca tanpa iklan