Korban Tewas Imbas Bencana Sumatra Kini 1.068 Jiwa, 190 Orang Hilang
Update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Kamis (18/12/2025).
- Jumlah korban meninggal dunia bertambah, totalnya menjadi 1.068 jiwa.
- Sementara itu, sebanyak 190 orang masih hilang.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (18/12/2025).
Abdul Muhari menyebut, jumlah korban meninggal dunia bertambah. Kini totalnya menjadi 1.068 jiwa.
"Ada penambahan 9 jiwa, 3 di Aceh Utara, 2 di Aceh Timur, 1 di Tapanuli Selatan, 1 di Langkat, 1 di Agam, dan 1 di Padang Pariaman sehingga penambahan ini mengubah jumlah korban total meninggal dunia dari 1.059 jiwa kemarin, 17 Desember, hari ini menjadi 1.068 jiwa," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis.
"Kemudian untuk korban hilang, per hari ini masih menyisakan 190 nama," sambung Abdul.
Sementara itu, jumlah pengungsi berkurang menjadi 537.185 orang.
"Untuk jumlah saudara-saudara kita yang masih bergantung di titik-titik dan tempat-tempat pengungsian itu berjumlah 537.185 jiwa," ungkapnya.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menyatakan, sebanyak 27 kabupaten/kota masih menetapkan status tanggap darurat.
Rinciannya, 12 daerah di Aceh, 8 daerah di Sumut, dan 7 daerah di Sumbar.
Tawaran Bantuan dari Asing adalah Bentuk Solidaritas
Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, menerima bantuan dari asing bukan berarti Indonesia tak mampu menghadapi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Ia menyebut, bantuan dari asing merupakan suatu bentuk solidaritas, bukan semata-mata ditafsirkan bahwa Indonesia tak mampu menangani bencana di Sumatra.
"Kalau ada bantuan dari luar negeri ini tidak semata-mata sama dengan mengatakan bahwa Indonesia kamu tidak mampu. Oleh karena itu kita bantu. Tidak semata-mata seperti itu."
Baca juga: Polri Bangun 100 Sumur Bor di Aceh Tamiang, Pastikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir
"Tetapi bisa saja ada negara-negara yang ingin membantu karena punya solidaritas," ujar Hikmahanto dalam acara On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Rabu (17/12/2025).
Peraih gelar doktor dari University of Nottingham ini mencontohkan, Amerika Serikat (AS) pernah menerima bantuan asing ketika dilanda kebakaran hebat.
Meskipun AS dikenal sebagai negara yang kuat dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, bantuan dari negara lain tetap datang karena ada rasa solidaritas.
Baca tanpa iklan