Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Indonesia Targetkan Ekosistem Riset Berkelas Dunia untuk Dongkrak PDB

Upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Indonesia Targetkan Ekosistem Riset Berkelas Dunia untuk Dongkrak PDB
HO/IST
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat berbicara di Human Development Synergy Forum yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia dan Yayasan Bicara Data Indonesia, Kamis (18/12/2025). 

Di Eropa, sektor swasta menyumbang 59 persen, di AS 63 persen, sementara Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang lebih dari 75 persen. 

“Kita harus meyakinkan swasta bahwa investasi riset di universitas akan menghasilkan profit tinggi,” ujarnya.

Tantangan Pendidikan

Deputi Kemenko PMK, Ojat Darojat, menilai akar persoalan inovasi Indonesia terletak pada sistem pembelajaran yang masih didominasi rote learning atau hafalan. 

Pola ini menghasilkan inert knowledge—pengetahuan yang tidak terkonversi menjadi solusi nyata.

Data Global Innovation Index 2024 menempatkan Indonesia di peringkat 55 dari 139 negara, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya. 

Posisi ini masih tertinggal dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Executive Director YBDI, Yenny Bachtiar, menekankan pentingnya data akurat sebagai “alat navigasi” kebijakan riset. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Program Manager FES, Rina Julvianty, menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada pendidikan dan inovasi, ditopang kemitraan multipihak, adalah fondasi daya saing bangsa.

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BRIN, LPDP, UGM, hingga DAAD. 

Diskusi menghasilkan kesepakatan mendorong peta jalan kolaboratif, mulai dari pendanaan riset efektif, program joint research dan joint degree, hingga insentif bagi diaspora dan talenta global.

Dengan kebijakan berbasis bukti dan kemitraan inklusif, Indonesia diharapkan mampu mengubah tantangan menjadi modal strategis, membangun ekosistem pendidikan dan riset yang berdaya saing global, serta memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas