Sejarah Hari Bela Negara 19 Desember, Diawali Agresi Militer Belanda II
Sejarah Hari Bela Negara pada 19 Desember 1948 diawali dengan Agresi Militer Belanda II dan penangkapan Soekarno-Hatta. Indonesia lalu membentuk PDRI.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Peran PDRI ini menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak bubar seperti yang diberitakan Belanda saat itu melalui radio Hilversum di Belanda.
Perjuangan itu berhasil mempertahankan kedaulatan Indonesia melalui perundingan Roem-Van Royen pada 7 Mei 1949, dengan Indonesia diwakili oleh Mohamad Roem dan Belanda diwakili oleh Dr. Jan Herman van Roijen.
Setelah Yogyakarta kembali, Syafruddin Prawiranegara selaku Ketua PDRI datang sendiri ke Yogyakarta untuk mengembalikan mandar PDRI kepada Presiden Ir. Soekarno dalam sidang kabinet yang dipimping oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 13 Juli 1949, dikutip dari Kemenag.
Peristiwa Agresi Militer Belanda II hingga dibentuknya PDRI merupakan tonggak sejarah yang penting bagi rakyat Indonesia dalam menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tanggal pembentukan PDRI kemudian diperingati sebagai Hari Bela Negara.
Tahun ini, Kementerian Pertahanan menetapkan tema Hari Bela Negara yaitu “TEGUHKAN BELA NEGARA UNTUK INDONESIA MAJU”.
Kementerian Pertahanan juga merilis materi publikasi untuk memperingati Hari Bela Negara.
Materi Publikasi Hari Bela Negara 2025
- Amanat Presiden untuk Hari Bela Negara 2025 (Download File)
- Panduan Hari Bela Negara 2025 (Download File)
- Logo Bela Negara 2025 (Download File)
- Banner Bela Negara 2025 (Download File)
- Mars Bela Negara (Download File)
- Mars Bela Negara versi Rock (Download File)
- Ikrar Bela Negara (Download File).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)