Pengamat Politik: Anies Baswedan Mulai Siap-siap untuk Pilpres 2029
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergabung sebagai anggota kehormatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Lama tak terlihat di hadapan publik setelah Pilpres 2024, kini Anies Baswedan tampaknya mulai terlihat di depan publik akhir-akhir ini
- Anies mantan calon Presiden 2024 ini bahkan keliling lokasi bencana di Sumatera untuk melihat dan membantu langsung korban bencana banjir bandang di wilayah itu
- Anies juga bergabung sebagai anggota kehormatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat.
- Langkah itu dinilai sebagai manuver politik awal menuju kontestasi Pilpres 2029.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergabung sebagai anggota kehormatan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat.
Langkah itu dinilai sebagai manuver politik awal menuju kontestasi Pilpres 2029.
Juga dipandang sebagai upaya membangun posisi tawar lebih dini di tengah konfigurasi politik yang semakin didominasi koalisi besar partai.
Pengamat Politik, Arifki Chaniago menilai keterlibatan Anies dalam ormas bukan semata aktivitas sosial.
Melainkan strategi untuk menghindari keterbatasan dukungan struktural yang pernah dialaminya sebelumnya.
“Ini langkah sadar bahwa politik Indonesia tetap bertumpu pada tiket. Anies sepertinya belajar dari pengalaman Pilkada Jakarta 2024 di mana ia kandidat kuat tapi gagal maju karena tidak mendapat dukungan partai,” ujar Arifki dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Untuk Tawar Menawar Politik
Arifki yang juga Lulusan Ilmu Politik Universitas Andalas (SIP) ini berpendapat keberadaan ormas dapat menjadi instrumen penting bagi Anies dalam melakukan tawar-menawar politik dengan partai.
Dengan dukungan basis massa dan struktur yang dibangun sendiri, Anies tidak lagi sepenuhnya bergantung pada keputusan elite partai.
Selain sebagai alat konsolidasi, Arifki menilai ormas tersebut juga membuka kemungkinan untuk berkembang menjadi partai politik.
Opsi tersebut dinilai berisiko dan membutuhkan biaya politik besar, namun dapat menjadi alternatif apabila akses ke partai politik tertutup.
Langkah Anies juga dinilai berkaitan dengan menguatnya wacana pembentukan koalisi permanen yang sempat digaungkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Jika skema itu terwujud, ruang politik bagi tokoh di luar koalisi akan semakin menyempit dan berpotensi menghambat langkah Anies di Pilpres 2029.
“Koalisi permanen adalah alarm bagi figur non-elite parpol. Jika Anies tidak bergerak sekarang, ia bisa kembali berada di luar gelanggang bukan karena kalah suara, tapi karena tidak punya kendaraan,” jelasnya.
Anies Mulai 'Turun Gunung'
Kurang lebih setahun Pilpres 2024 berlalu, Anies Baswedan kembali eksis di depan publik.
Dalam beberapa hari terakhir, Anies calon presiden di Pilpres 2024 ini, mulai 'turun gunung' melakukan sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat.