Jaringan Listrik di Sumatra Berangsur Pulih, Wilayah Terpencil Masih Pakai Perangkat Darurat
Menko PMK Pratikno mengatakan, jaringan listrik di sebagian besar wilayah terdampak bencana di Sumatra sudah berangsur pulih.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Menko PMK Pratikno mengatakan, jaringan listrik di sebagian besar wilayah terdampak bencana di Sumatra sudah berangsur pulih.
- Namun, di wilayah terpencil masih mengalami gangguan sehingga mengandalkan perangkat darurat untuk berkomunikasi.
- Ia juga menyebut pemerintah bersama masyarakat bekerja keras untuk memulihkan keadaan di Sumatra agar menjadi jauh lebih baik.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, jaringan listrik di sebagian besar wilayah terdampak bencana di Sumatra sudah berangsur pulih.
Namun, di wilayah terpencil masih mengalami gangguan sehingga mengandalkan perangkat darurat untuk berkomunikasi.
"Kondisi jaringan listrik di sebagian besar kabupaten/kota telah berangsur pulih meskipun masih terjadi gangguan di beberapa desa akibat kerusakan jaringan dan tiang listrik."
"Jaringan komunikasi juga berangsur membaik meskipun di wilayah terpencil masih mengandalkan dukungan perangkat darurat seperti starlink, radio HT, dan telepon satelit," ujar Pratikno dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (19/12/2025).
Kemudian, pemenuhan air bersih di sebagian besar wilayah Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut) telah kembali terlayani.
"Meskipun beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh masih membutuhkan distribusi air melalui tangki hidran umum dan fasilitas air darurat akibat rusaknya sistem perpipaan dan tercemarnya sumber air," tutur Pratikno.
Ia juga menyebut pemerintah bersama masyarakat bekerja keras untuk memulihkan keadaan di Sumatra agar menjadi jauh lebih baik.
Pemerintah, sambung Pratikno, menetapkan Sumatra sebagai prioritas nasional dengan mengerahkan seluruh sumber daya nasional.
"Mengerahkan seluruh kekuatan kementerian dan lembaga untuk turun menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," jelasnya.
Jumlah Korban
Pada Kamis (18/12/2025) kemarin, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Abdul Muhari menyebut, jumlah korban meninggal dunia bertambah. Kini totalnya menjadi 1.068 jiwa.
Baca juga: Soal Penanganan Banjir Sumatra, KSAD: Kami Kerja Siang Malam Dinilai Lamban, Kami Juga Butuh Support
"Ada penambahan 9 jiwa, 3 di Aceh Utara, 2 di Aceh Timur, 1 di Tapanuli Selatan, 1 di Langkat, 1 di Agam, dan 1 di Padang Pariaman sehingga penambahan ini mengubah jumlah korban total meninggal dunia dari 1.059 jiwa kemarin, 17 Desember, hari ini menjadi 1.068 jiwa," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis.
"Kemudian untuk korban hilang, per hari ini masih menyisakan 190 nama," sambung Abdul.
Sementara itu, jumlah pengungsi berkurang menjadi 537.185 orang.
"Untuk jumlah saudara-saudara kita yang masih bergantung di titik-titik dan tempat-tempat pengungsian itu berjumlah 537.185 jiwa," ungkapnya.
Baca tanpa iklan