Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gubernur Mualem, Mendagri hingga DPR Merespons Pengibaran Bendera Putih di Aceh Pascabencana Banjir

Berikut respons Mendagri, Mensos, DPR hingga Gubernur Aceh soal aksi pengibaran bendera putih di Aceh pasca bencana banjir bandang dan longsor.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Gubernur Mualem, Mendagri hingga DPR Merespons Pengibaran Bendera Putih di Aceh Pascabencana Banjir
(ho/LAP)
BENDERA PUTIH - 100 bendera putih dikibarkan aktivis reformasi 1998 di Lhokseumawe, simbol seruan krisis kemanusiaan Aceh. Berikut respons Mendagri, Mensos, DPR hingga Gubernur Aceh soal aksi pengibaran bendera putih di Aceh pasca bencana banjir bandang dan longsor. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi pengibaran bendera putih di Aceh pasca bencana banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu kini ditanggapi oleh pemerintah.
  • Di antaranya oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, serta Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan.
  • Pengibaran bendera putih ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga Aceh pada penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu.

 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi pengibaran bendera putih di Aceh pascabencana banjir bandang dan tanah longsor kini ramai jadi sorotan publik.

Pengibaran bendera putih ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga Aceh pada penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu.

Deretan pejabat hingga DPR RI pun turut merespons adanya pengibaran bendera putih di Aceh ini.

Di antaranya ada Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, serta Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan.

Respons Gubernur Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengartikan pengibaran bendera putih di Aceh ini sebagai aksi solidaritas, serta untuk menunjukkan rasa ingin dibantu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau bendera putih, kita artikan menurut kacamata saya sebagai  solidarity sebagai rasa simpatisan dan rasa ingin ingin dibantu ya seperti itu."

"Yang jelas bendera putri itu sepertinya ada untuk perhatian orang lain ya," laya Gubernur Muzakir Manaf, saat meninjau proses distribusi bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Kamis (18/12/2025), dilansir Kompas TV.

Gubernur yang akrab disapa Mualem itu juga menilai pengibaran bendera putih ini bukan berarti menyerah dalam menghadapi bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh ini.

Karena pada dasarnya pemerintah, baik pusat maupun daerah telah menyalurkan bantuan kepada warga Aceh yang terdampak bencana.

Namun memang penyaluran bantuan dan penanganan bencana ini butuh proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.

Untuk itu Mualem meminta semua warga Aceh bisa mengerti akan kondisi dan kesulitan dalam penanganan bencana di Aceh ini.

Baca juga: Korban di Aceh Kibarkan Bendera Putih saat Negara Tolak Bantuan Asing, Sekjen TII: Kacau Balau

"Bukan menyerah, soalnya apa adanya dari pemerintah dari pemerintah provinsi di pemerintah pusat kan sedang menyalurkan, sedang mengupayakan."

"Seperti saya bilang tadi, tidak kita balik telapak tangan hari ini banjir besok dibangun, habis dia, semuanya tidak mungkin."

"Ini sudah berapa hari, kita lihat sendiri, kita bukan duduk diam semuanya juga, pemerintah pusat bukan (hanya) duduk, dia mengusahakan juga, kita paham-pahamlah, mengertilah," ungkap Mualem.

Mendagri Nilai Pengibaran Bendera Putih sebagai Aspirasi Warga

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas