Libur Nataru 2026, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat 22 Ribu per Hari
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, KCIC secara bertahap menambah frekuensi perjalanan.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- KCIC mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh seiring menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026
- Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, KCIC secara bertahap menambah frekuensi perjalanan
- Diibaratkan ada tren pengalaman menggunakan Whoosh kini sudah mirip dengan menggunakan KRL atau kereta komuter
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh seiring menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Peningkatan mulai terlihat sejak 18 Desember 2025 lalu.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengungkapkan, rata-rata penumpang Whoosh saat ini telah mencapai angka 21.000 hingga 22.000 orang per hari.
Hal itu disampaikan Emir saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Studio Palmerah, Jakarta, Senin (22/12/2025).
"Sedangkan di momen liburan seperti ini, sejak 18 Desember kemarin, penumpang kita sudah ada di angka 21.000 sampai 22.000 penumpang per hari. Jadi memang ada peningkatan seperti itu," kata Emir.
Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, KCIC secara bertahap menambah frekuensi perjalanan.
Dari awal pengoperasian hanya 8 jadwal per hari, jumlahnya terus ditingkatkan.
"Ya, dari awalnya itu kita mengoperasikan sebanyak 8 perjalanan per hari, meningkat ke 14, meningkat ke 36, ke 40, 48, dan saat ini sudah 62 jadwal per hari," ujar Emir.
Dengan 62 jadwal per hari, berarti terdapat 31 keberangkatan dari Jakarta (Halim) dan 31 keberangkatan dari Bandung (Padalarang).
Kepadatan jadwal ini membuat waktu tunggu (headway) antar kereta menjadi sangat singkat.
"Sehingga headway-nya atau jarak waktu tunggu antar jadwal itu hanya sekitar 30 menit saja," sambung dia.
Emir pun membandingkan kondisi ini dengan operasional saat Nataru tahun sebelumnya.
Saat itu, KCIC mengoperasikan 48 jadwal dengan waktu tunggu antara 30 menit hingga 1 jam.
Peningkatan frekuensi menjadi 62 trip ini dinilai mampu melayani permintaan pasar dengan lebih baik dan fleksibel.
Emir juga mengamati perubahan perilaku calon penumpang.