Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KCIC Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Perpanjang Jalur Kereta Cepat ke Banyuwangi

Emir Monti, dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews.com, mengungkapkan pihaknya belum mendapat penugasan resmi terkait rencana ambisius tersebut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in KCIC Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Perpanjang Jalur Kereta Cepat ke Banyuwangi
Dok. KCIC
PERLUASAN JALUR - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur. Meski begitu, prosesnya masih dalam tahap diskusi awal. 

Ringkasan Berita:
  • PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga Banyuwangi, Jawa Timur. 
  • Namun, hingga kini rencana tersebut masih dalam tahap diskusi awal dan belum ada penugasan resmi kepada KCIC.
  • Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung jika nantinya ditugaskan. Ia optimistis kehadiran kereta cepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur. Meski begitu, prosesnya masih dalam tahap diskusi awal.

Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews.com, mengungkapkan pihaknya belum mendapat penugasan resmi terkait rencana ambisius tersebut.

"Terkait rencana pemerintah perpanjangan Whoosh sampai ke Banyuwangi, tentu kami dari sisi KCIC mendukung rencana tersebut. Namun, sampai saat ini kita masih terus berdiskusi dengan pemerintah, Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, dan tentu pemegang saham KCIC," kata Emir, Selasa (23/12/2025).

Dia menegaskan, hingga kini pembahasan masih berada di tahap diskusi dan belum ada penugasan langsung kepada KCIC.

"Meski demikian, jika memang ditugaskan, tentu kami siap dan mendukung," tegasnya.

Emir optimistis kehadiran kereta cepat di berbagai wilayah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti yang sudah terjadi di sepanjang jalur Jakarta-Bandung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hal ini terjadi di Bandung, di mana Padalarang yang tadinya area di depannya belum begitu berkembang, dengan adanya Whoosh semakin berkembang. Ada perumahan, tumbuh pusat-pusat ekonomi, bisnis bertambah, restoran baru, tempat wisata juga berkembang," paparnya.

"Jadi, kehadiran kereta cepat ini perlahan tapi pasti meningkatkan perekonomian, baik langsung maupun tidak langsung," sambung Emir.

Nataru

Di sisi lain, menyambut puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, KCIC telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk melayani peningkatan jumlah penumpang.

"Di momen Nataru kali ini, KCIC sudah menyiapkan berbagai kesiapan untuk melayani peningkatan jumlah penumpang. Kita akan mengoperasikan 62 jadwal per hari, meningkat sekitar 29 persen dibanding tahun lalu yang 48 perjalanan per hari," kata Emir.

Adapun, kapasitas angkutan juga ditingkatkan dari 28.000 menjadi sekitar 36.000 tempat duduk. Frekuensi perjalanan yang sebelumnya 30 menit hingga 1 jam, kini dipastikan keberangkatannya setiap 30 menit.

Untuk mendukung kelancaran layanan, KCIC telah menyiagakan 530 petugas keamanan (gabungan tambahan dan reguler) serta 680 petugas pelayanan.

"Kami juga menyiapkan promo cashback hingga Rp100.000 di berbagai mitra penjualan. Lalu ada program 'Whoosh Value Plus', di mana tiket Whoosh bisa digunakan untuk mendapatkan benefit di berbagai destinasi," jelas Emir.

Program 'Whoosh Value Plus' memberikan sejumlah keuntungan, seperti tiket gratis masuk ke Dusun Bambu, layanan antar-jemput gratis (free shuttle) ke destinasi tertentu, diskon di tempat makan, serta potongan harga di hotel mitra.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas