Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tradisi Perayaan Natal di Berbagai Wilayah di Indonesia: Rabo-rabo, Penjor, hingga Marbinda

Natal di Indonesia biasanya dilaksanakan dengan berbagai tradisi yang berbeda-beda di berbagai daerah, berikut penjelasannya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tradisi Perayaan Natal di Berbagai Wilayah di Indonesia: Rabo-rabo, Penjor, hingga Marbinda
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KEGIATAN DI GEREJA - Umat Katolik mengikuti misa Kamis Putih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (17/4/2025). Berikut tradisi-tradisi perayaan Natal di berbagai wilayah di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Natal akan segera tiba sebentar lagi.

Natal biasanya dirayakan dengan berbagai acara yang meriah.

Di Indonesia, Natal biasanya dirayakan dengan mengadakan berbagai tradisi.

Tradisi perayaan Natal ini berbeda-beda tergantung pada adat di wilayahnya masing-masing.

Tradisi perayaan Natal di Indonesia menjadi simbol kebersamaan yang telah ada secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. 

Pelaksanaan tradisi ini biasanya memiliki makna tersendiri dan mengandung unsur budaya di dalamnya.

Natal sendiri biasanya diperingati oleh umat Kristiani pada 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus Kristus.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut Tribunnews rangkum beberapa tradisi perayaan Natal yang ada di Indonesia, mengutip dari kemenparekraf.go.id.

Baca juga: 100 Ucapan Perayaan Natal 2025 Spesial untuk Orang Terkasih, Lengkap dengan Sejarah Perayaannya

Tradisi Perayaan Natal di Indonesia

1. Rabo-rabo

Rabo-rabo merupakan tradisi perayaan Natal yang berasal dari daerah Jakarta.

Tradisi unik perayaan Natal ini masih ada dan kerap dilaksanakan oleh masyarakat di Jakarta.

Tradisi Rabo-rabo bisa ditemukan di Kampung Tugu, Kawasan Cilincing, Jakarta Utara. 

Kawasan tersebut, dikenal sebagai wilayah yang kerap disinggahi oleh sekelompok pemeluk agama Kristen keturunan Portugis.

Rabo-rabo biasanya dialaksanakan menjelang perayaan Natal.

Kata Rabo-rabo dapat diartikan sebagai “Ekor-Mengekor”, atau dalam bahasa Kreol Portugis adalah dilakukan dengan berkeliling di area kampung.

Artinya tradisi ini dilaksanakan dengan mengunjungi rumah-rumah kerabat, sambil menyanyikan lagu keroncong menjelang Natal tiba.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas