Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BNPB Pastikan RS di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Pascabanjir

Rumah sakit (RS) di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sudah kembali beroperasi usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BNPB Pastikan RS di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Pascabanjir
Tangkapan Layar YouTube BNPB Indonesia
BENCANA DI SUMATRA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Selasa (23/12/2025). Ia mengatakan, rumah sakit (RS) di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), sudah kembali beroperasi usai diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor. 

Abdul Muhari mengatakan, pada Selasa kemarin ada penambahan korban meninggal dunia sebanyak enam jiwa imbas bencana yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Artinya korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor Sumatra totalnya kini menjadi 1.112 jiwa.

"Pada hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah enam jiwa. Sekali lagi ini pemerintah, pemerintah daerah, dan segenap entitas yang terlibat dalam operasi pemulihan ini mengucapkan simpati dan belasungkawa yang mendalam."

"Hari ini menjadi 1.112 jiwa dari tiga provinsi, yang artinya bertambah enam jiwa dari hari kemarin," ujarnya.

Selanjutnya untuk korban hilang bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 176 jiwa.

Jumlah 176 jiwa yang hilang ini masih terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

"Untuk korban hilang kita mendapat tambahan satu nama, sehingga hari ini terdapat 176 jiwa yang masih terus dilakukan pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR Gabungan di tiga provinsi," jelas Abdul Muhari.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, masih ada 498.447 jiwa yang masih mengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Dari jumlah pengungsi tersebut, ada pengungsi yang masih berada di titik pengungsian, ada yang sudah kembali ke rumah, dan ada yang sementara tinggal di rumah kerabat.

Namun untuk semua kebutuhan makanan dan non makanannya masih didukung oleh bantuan dari pemerintah.

"Berikutnya ada 498.447 jiwa yang masih mengungsi. Ini terus kita dukung kebutuhan makanan dan non permakanannya."

"Sehingga untuk saudara-saudara kita saat ini yang masih berada pada titik-titik pengungsian, maupun yang sudah kembali ke rumah, atau sementara tinggal di rumah kerabat ini masih kita dukung terus kebutuhan makanan dan sandangnya," imbuh Abdul.

(Tribunnews.com/Deni/Faryyanida)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas